Rusman Yaqub. (istimewa) Samarinda, DiswayKaltim.com – Radikalisme menjadi ancaman serius bagi bangsa Indonesia. Di daerah-daerah, muncul gerakan yang berupaya mengganti sistem negara. Pada tingkat yang paling ekstrem, kelompok radikal dapat menghalalkan darah orang-orang yang tidak sejalan dengan pemahamannya. Paham radikal mulai masuk di sekolah-sekolah. Mempengaruhi anak-anak. Para pelajar mulai dipengaruhi untuk membenci kelompok tertentu. Sejak dini, pelajar diberi pemahaman yang dapat mengancam eksistensi negara. Ketua Komisi IV DPRD Kaltim Rusman Ya’qub angkat bicara. Menurutnya, pembinaan terhadap anak-anak mesti dilakukan pemerintah sejak dini. “Jujur harus kita akui bahwa penyusupan paham gerakan radikalisme di dunia pendidikan sebenarnya sudah. Akibat dari kebijakan pemerintah sebelum-sebelumnya terkesan gamang dan membiarkan,” ungkapnya Rusman belum lama ini. Ia mengatakan, pemerintah mesti berani menertibkan gerakan-gerakan yang bertentangan dengan konstitusi. Langkahnya, dimulai dari program yang berkelanjutan dari pemerintah pusat hingga daerah. “Program pemerintah saat ini patut kita dukung dan beri apresiasi. Tujuannya enggak lain untuk mengembalikan nilai-nilai idiologi Pancasila dan UUD 45. Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” katanya. Ia menyebut, Komisi IV akan mendorong Pemerintah Provinsi (Pemprov) melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Supaya terus memerangi paham radikal melalui program yang terukur. “Aparatur Sipil Negara (ASN) harus terbebas dari paham-paham yang bertentangan dengan nilai-nilai ideologi negara. Terutama di dunia pendidikan. Karena di sinilah letak kunci utamanya,” sebut Rusman. (adv/qn/boy)
Rusman Ingatkan Pemerintah Perangi Gerakan Radikal
Kamis 31-10-2019,20:24 WIB
Reporter : bayong
Editor : bayong
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Jumat 20-02-2026,14:39 WIB
Mengenal Hikmah Dibalik Disyariatkannya Bulan Puasa
Jumat 20-02-2026,15:37 WIB
Beraksi saat Magrib, Maling Gasak Alat Cup Sealer Pedagang Jus di Balikpapan
Jumat 20-02-2026,20:35 WIB
Anggaran Pengawasan Bapokting Hilang, Disperindag Kutim Tak Bisa Pantau Lonjakan Harga
Jumat 20-02-2026,18:58 WIB
Terkendala Pasokan, Harga Bahan Pokok di Mahulu Mulai Meningkat
Jumat 20-02-2026,14:08 WIB
Dianggap Ganggu Estetika Cagar Budaya, Pasar Barambang Berau Terpaksa Dihentikan Sementara
Terkini
Sabtu 21-02-2026,11:00 WIB
Harga Emas Hari Ini, 21 Februari 2026: Antam Rp3 Juta per Gram, UBS dan Galeri24 Meroket
Sabtu 21-02-2026,10:30 WIB
Jalan Utama 3 Kampung di Jempang Kubar Rusak, Warga Desak Perbaikan Permanen
Sabtu 21-02-2026,10:00 WIB
MotoGP Australia Resmi Hijrah ke Sirkuit Jalanan, Philip Island Dicoret Mulai 2027
Sabtu 21-02-2026,09:30 WIB
Indonesia Berencana Impor Etanol dari AS, untuk Campuran 'BBM Bersih'
Sabtu 21-02-2026,09:00 WIB