PENAJAM, nomorsatukaltim.com - Duta Besar (Dubes) Uni Eropa untuk Indonesia dan Brunei Darussalam, H.E. Vincent Piket bertemu Bupati PPU, Abdul Gafur Mas’ud (AGM) untuk menjajaki kerja sama investasi. Pertemuan yang berlangsung terbuka itu bertempat di ruang rapat kerja Bupati PPU lantai III Setkab PPU, Rabu (27/10). AGM memamerkan potensi Benuo Taka dan rencana pengembangan daerah yang ia pimpin. Berbagai keunggulan di wilayah seluas 3.333 kilometer persegi itu dipaparkan. Termasuk potensi investasi yang dapat ditumbuh kembangkan. Baik dalam bidang ekonomi hingga investasi yang tersebar di empat kecamatan. “Banyak hal yang bisa kita kerja samakan. Dalam hal teknologi pembangunan dalam lingkup yang besar dan saya yakin insyaallah akan berdampak hebat untuk ayahanda ibundaku dan saudara saudariku warga PPU,” kata AGM usai pertemuan. Soal kerja samanya, sambung AGM, bisa dalam banyak hal. Mulai pengembangan teknologi, pembangunan infrastruktur, hingga investasi dalam membangkitkan sektor potensi yang ada di PPU. Ia juga menjelaskan, hingga saat ini dalam persiapan pembangunan IKN sepenuhnya dilakukan oleh Pemerintah Pusat. Sementara itu, persiapan yang dilakukan pemerintahannya ialah membangun tiga kota satelit. Sebagai pendukung sarana konektivitas wilayah, serta menyambut hadirnya para penduduk baru dari luar daerah. Yang ia maksud ialah 3 kecamatan lainnya. Penajam, Waru dan Babulu. Dengan asumsi Kecamatan Sepaku terambil untuk wilayah IKN baru. Pun ketiga kota satelit itu tetap merujuk konsep pembangunan konsep forest city. "Pembangunan kota setelit ini juga sangat membuka peluang kerja sama dan investasi. Sehingga mendukung proses terwujudnya pembangunan di Kabupaten Penajam Paser Utara bersama dengan hadirnya IKN, serta sarana pendukung lainnya," jelasnya. Sementara itu, Vincent Piket membeberkan dua alasan utama ia berkunjung. Yang pertama ialah untuk mensosialisasikan perjanjian kerja sama ekonomi komprehensif Indonesia-Uni Eropa (IEU-CEPA). Termasuk membahas peluang investasi maupun perdagangan. "Saya rasa (PPU) potensinya sangat besar. Perlu juga dicatat, perusahaan di Uni Eropa itu (bekerja sama) bukan untuk jangka pendek, tapi di sini untuk jangka panjang. Kami memiliki komitmen untuk pembangunan, infrastruktur dan sebagainya," ungkapnya seperti dilansir Disway Kaltim. Kedua, adalah kerja sama yang berhubungan dengan IKN tadi. Vincent Piket ingin mempelajari lebih jauh tetang rencana pemerintah Indonesia untuk membangun IKN di wilayah PPU. “Jika UU sudah diputuskan tentunya kita membutuhkan waktu untuk mempelajari itu semua. Dan tentu saja kita akan mengikuti protokol kita untuk pindah ke IKN baru,” sebutnya. Lebih jauh, rencana terkait pendirian kantor dubes juga masuk. Namun, itu masih perlu melakukan studi lagi. Pun, masih menunggu konfirmasi dari pemerintah pusat tentang UU IKN. “Segera setelah diputuskan, kita juga masih membutuhkan waktu untuk mempelajari lebih lanjut," tutup Vincent Piket. *RSY/YOS
Dubes Uni Eropa Kunjungi Penajam, Survei IKN
Kamis 28-10-2021,16:06 WIB
Reporter : Yoyok Setiyono
Editor : Yoyok Setiyono
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Selasa 18-08-2026,06:00 WIB
Ramalan Cuaca Kaltim dan IKN, 18 Agustus 2026, Cek di Sini!
Selasa 18-08-2026,15:46 WIB
Yulianus Henock: Bendera Borneo Raya Sinyal Ketidakadilan Daerah
Selasa 18-08-2026,09:00 WIB
Pertalite Tetap Diburu Meski Harus Antre 1 Jam, Warga Balikpapan: Ini Kebutuhan
Selasa 18-08-2026,11:00 WIB
Data Terbaru BPBD NTT: 7.968 Rumah dan 744 Fasum Rusak akibat Gempa M7,7
Selasa 18-08-2026,08:00 WIB
Aliansi BEM UI Gelar Unjuk Rasa Hari Ini: 81 Tahun, Merdeka untuk Siapa?
Terkini
Selasa 18-08-2026,23:59 WIB
Pemkab Berau Upayakan TPP ASN Tak Dipangkas di Tengah Efisiensi Anggaran
Selasa 18-08-2026,23:30 WIB
BLK Sambaliung Belum Dibuka, Pemkab Berau Matangkan Kelembagaan dan SDM
Selasa 18-08-2026,22:46 WIB
Jimmi Soroti Antrean BBM di Kutim, Kendaraan Luar Daerah Jangan Diabaikan dalam Hitungan Kuota
Selasa 18-08-2026,22:17 WIB
Mahasiswa Cekcok dengan Aparat, Protes Aksi Demonstrasi Dijaga TNI
Selasa 18-08-2026,21:57 WIB