nomorsatukaltim.com - Kelebihan berat badan atau obesitas adalah salah satu masalah kesehatan sebagian orang. Diet adalah salah satu cara menuntaskannya. Namun, diet atau menurunkan berat badan juga tak bisa sembarangan. Keliru dalam penerapannya, akan mengakibatkan kondisi tubuh justru tak bugar, atau bahkan menyakiti diri sendiri. Lalu, seperti apa diet terbaik yang tetap membuat badan jadi sehat? Berikut nomorsatukaltim.com - Disway News Network (DNN) rangkum dari Healhtline, Minggu (26/9/2021). 1. Puasa Intermiten Puasa intermiten atau dikenal puasa selang-seling. Cara ini mengatur pola makan yang terputus-putus. Yakni sehari melakukan puasa, dan sehari makan seperti biasa. Dalam tinjauan studi, puasa intermiten terbukti menyebabkan penurunan berat badan 3-8 persen selama 3-24 minggu, yang merupakan persentase yang jauh lebih besar daripada metode lain Ulasan yang sama menunjukkan bahwa cara makan ini dapat mengurangi lingkar pinggang hingga 4-7 persen, yang merupakan penanda lemak perut yang berbahaya. 2. Pola Makan Nabati Membatasi produk olahan hewan jadi salah satu cara menurunkan berat badan. Pola makan vegan mengambil langkah lebih jauh dengan membatasi semua produk hewani, serta produk turunan hewani seperti susu, gelatin, madu, whey, kasein, dan albumin. Namun, pola makan nabati yang lebih fleksibel juga ada, seperti pola makan flexitarian, yaitu pola makan nabati yang memungkinkan makan produk hewani dalam jumlah sedang. Tidak ada aturan yang jelas untuk diet flexitarian, karena ini adalah perubahan gaya hidup daripada diet. Ini mendorong makan sebagian besar buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, dan biji-bijian tetapi memungkinkan protein dan produk hewani dalam jumlah sedang, menjadikannya alternatif yang populer. Sebuah tinjauan dari 12 studi termasuk 1.151 peserta menemukan, orang-orang dengan pola makan nabati kehilangan rata-rata 4,4 pon (2 kg) lebih banyak daripada mereka yang memasukkan produk hewani. Plus, mereka yang mengikuti pola makan vegan kehilangan rata-rata 5,5 pon (2,5 kg) lebih banyak daripada orang yang tidak makan pola makan nabati. 3. Rendah Karbohidrat Diet rendah karbohidrat adalah salah satu diet paling populer untuk menurunkan berat badan. Contohnya termasuk diet atkins, diet ketogenik (keto), dan diet rendah karbohidrat tinggi lemak (LCHF). Diet rendah karbohidrat membatasi asupan karbohidrat, yang mendorong tubuh untuk menggunakan lebih banyak lemak sebagai bahan bakar. Penelitian menunjukkan bahwa diet rendah karbohidrat dapat mengurangi faktor risiko penyakit jantung, termasuk kolesterol tinggi dan tingkat tekanan darah. Mereka juga dapat meningkatkan kadar gula darah dan insulin pada orang dengan diabetes tipe 2. (zul2)
3 Rencana Diet Terbaik, Buat Badan Jadi Sehat
Minggu 26-09-2021,11:44 WIB
Reporter : admin12_diskal
Editor : admin12_diskal
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Kamis 21-05-2026,20:00 WIB
Terminal Internasional Bandara APT Pranoto Samarinda Ditarget Beroperasi Agustus 2026
Kamis 21-05-2026,16:08 WIB
Lahan Pemprov Kaltim Bisa Dipakai untuk Koperasi Merah Putih, tapi Tetap Harus Sewa
Kamis 21-05-2026,12:01 WIB
Dishub Perluas Parkir Digital ke Kawasan Balikpapan Baru
Kamis 21-05-2026,13:14 WIB
PAMA KPCS Akui Tekanan Operasional, Sebut 400 Pekerja Non-Lokal Sudah Dikurangi
Kamis 21-05-2026,22:20 WIB
9 WNI yang Diculik Israel Sudah Bebas, Menlu RI Sugiono: Dipulangkan Lewat Turki
Terkini
Jumat 22-05-2026,11:00 WIB
BPTD Kaltim Soroti Truk ODOL di Kutai Barat, Sosialisasi Jadi Langkah Awal Penataan
Jumat 22-05-2026,10:34 WIB
Kukar Bakal Buang Sampah ke Balikpapan dan Samarinda, Tahap Awal 20-50 Ton per Hari
Jumat 22-05-2026,10:00 WIB
DPRD Kutim Desak Evaluasi e-Kinerja usai Dugaan Absensi Palsu ASN
Jumat 22-05-2026,09:34 WIB
4 Pejabat Pemkot Bontang Dirotasi, Neni Ganti Kepala Dinkes
Jumat 22-05-2026,09:00 WIB