Instalasi pembenihan kepiting Tarakan. Instalasi ini merupakan yang ketiga di Indonesia.(istimewa) Instalasi pembenihan kepiting kini hadir di Tarakan. Hatchery atau bangunan yang berfungsi sebagai tempat memproduksi benih ikan atau kepiting ini, merupakan yang ketiga di Indonesia. Sebelumnya sudah ada di Balai Budidaya Air Payau di Takalar, Sulsel dan Jepara, Jawa Tengah. Instalasi yang dibangun Koperasi Produsen Nelayan Kaltara (PNK) ini, menjadi solusi. Kepiting tidak lagi diambil dari alam, tapi diproduksi sendiri. Sekretaris Koperasi PNK, Robin Aritonang menuturkan, pembangunan hatchery kepiting menyesuaikan pendanaan yang ada dari keuangan anggota. “Kita upayakan Oktober ini rampung. Saat ini menunggu bangunan atap fiks, serta memasukkan benih ke dalam kotak. Kotak pembenihan dibuat di lokasi pembenihan. Paling lama November nanti beroperasi,” terangnya, Senin (14/10). Robin belum bisa menjanjikan berapa jumlah kepiting betina yang akan ditelurkan. Pihaknya baru tahap awal. Jika masih kurang akan ditambah atau dilakukan evaluasi untuk teknologi yang digunakan. Instalasi teknologi yang digunakan tidak seluruhnya menyadur desain dari Jepara atau Takalar. Selain mempertimbangkan kondisi alam di Kaltara, soal pembiayaan juga tidak memadai jika mengikutinya. Jadi instalasi kita kombinasi, alam dan hatchery,” ucapnya. Ia mengaku, hatchery Koperasi PNK ini akan dicatatkan ke Dinas Perikanan Kaltara untuk mendapatkan sertifikat cara budidaya ukan yang baik di Kementerian Perikanan dan Kelautan. Sebelum ini, sudah ada kunjungan dari Dirjen untuk survei. “Kita harapakan teknologi hatchery ini bisa mengatasi masalah pembenihan di alam yang sulit dihitung dan diteliti. Kepiting, jika sudah bertelur langsung menyebar, sehingga sulit mendapatkan yang kecil. Bahkan, angka kehidupan juga sulit dihitung,” bebernya. Robin menjelaskan, Koperasi PNK juga memberdayakan lulusan Universitas Borneo Tarakan (UBT) untuk mendapatkan pelatihan di Takalar dan Jepara selama setahun. Bahkan sudah mendapatkan sertifikat kompetensi untuk kemampuan keahliannya. “Pertama kita uji coba dulu. Kalau berhasil akan langsung launching. Tapi, kita tidak mau target berapa. Kami sebelumnya juga sudah melakukan restocking untuk membudidayakan anakan kepiting di lokasi pertambakan, biar tidak mengandalkan Jepara terus, sehingga kita mandiri,” pungkasnya. (*)
Tarakan Miliki Instalasi Pembenihan Kepiting
Selasa 15-10-2019,17:41 WIB
Reporter : admin3 diskal
Editor : admin3 diskal
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Rabu 18-02-2026,11:58 WIB
Pria Asal Madura Ditemukan Tewas di Rumah Kos Samarinda, Ada Luka di Tangan, Pipi Memar
Rabu 18-02-2026,08:30 WIB
Nasib Apes Pemilik Toko Kelontong di Balikpapan, Baru Jadi TKP Pembunuhan Malah Kemalingan
Rabu 18-02-2026,11:00 WIB
Kumpulan 50 Ucapan Maaf Sebelum Ramadan 2026, Penuh Makna dan Doa
Rabu 18-02-2026,17:04 WIB
DPRD Kaltim Kritik Rencana Pengadaan Mobil Dinas Rp 8,5 Miliar
Rabu 18-02-2026,09:30 WIB
LSM Minta Penertiban Angkringan di Samarinda Dilakukan secara Persuasif
Terkini
Kamis 19-02-2026,07:00 WIB
Masuk Tetap 08.00 Wita, Pemkab Kutim Jamin Pelayanan Publik Tetap Ngebut saat Ramadan
Kamis 19-02-2026,06:00 WIB
Ramalan Cuaca Kaltim dan IKN, 19 Februari 2026, Cek di Sini!
Rabu 18-02-2026,22:40 WIB
Komisi III DPR RI Kritik Pernyataan Jokowi yang Setuju Atas Revisi UU KPK
Rabu 18-02-2026,22:05 WIB
Puluhan UMKM Kuliner Kutai Barat Merambah Platform Digital, Manfaatkan Fitur GrabFood
Rabu 18-02-2026,21:35 WIB