Tak Melulu Soal Teknis, Mental Pelatih Juga Jadi Pemicu Semangat dan Performa Atlet
Analis Kebijakan Ahli Muda Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Dispora Kaltim, Sulaiman. -(Topan Setiawan/Disway Kaltim)-

1 Banner Dispora Kaltim 2025-(Foto/ Istimewa)-
SAMARINDA, NOMORSATUKALTIM - Kemenangan atlet di lapangan seringkali hanya dilihat sebagai hasil dari kerja keras fisik dan keterampilan teknis. Namun, ada satu faktor yang sering luput dari perhatian, yakni kondisi mental dan emosional sang pelatih.
Menurut Analis Kebijakan Ahli Muda Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Dispora Kaltim, Sulaiman, kestabilan mental seorang pelatih adalah penentu utama keberhasilan pembinaan.
Lebih dari sekadar pemberi instruksi, pelatih berperan sebagai arsitek suasana latihan. Ia adalah pengarah, motivator, dan sekaligus termostat emosional di area latihan.
Sulaiman menyebut, jika pelatih tidak memiliki stabilitas emosional, hal itu akan berdampak langsung pada semangat dan performa atlet. “Pelatih bukan hanya pemberi instruksi, tetapi juga pengarah, motivator, sekaligus penentu suasana latihan. Kalau pelatih tidak stabil secara emosional, itu bisa berdampak langsung pada semangat dan performa atlet,” jelas Sulaiman.
Ia menambahkan, pelatih yang memiliki kepercayaan diri tinggi dan mampu mengelola tekanan akan memancarkan energi positif. Energi ini akan menular kepada para atlet, menciptakan lingkungan yang kondusif untuk berkembang.
Sebaliknya, pelatih yang mudah stres atau emosional justru berpotensi menciptakan lingkungan latihan yang tidak sehat dan menghambat kemajuan atlet.
Dengan demikian, pembinaan atlet tidak hanya berhenti pada aspek fisik, tetapi juga harus mencakup pengembangan karakter dan mental pelatih.
"Kestabilan jiwa sang pemandu adalah fondasi terpenting di balik setiap raihan prestasi," pungkasnya. (*)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

