Debit Air Bendungan Lempake Menyusut, BWS Pastikan Pasokan Masih Aman
Debit air di Bendungan Lempake Samarinda yang menyusut akibat kemarau.-istimewa-
SAMARINDA, NOMORSATUKALTIM – Meski surut, air di Bendungan Lempake diklaim masih mampu memenuhi kebutuhan air baku masyarakat Samarinda.
Hal demikian ditegaskan Kepala Unit Pengelola Bendungan (UPB) Wilayah II BWS Kalimantan IV Samarinda, Hayu Wardana.
Hayu Wardana, mengatakan berdasarkan pemantauan hidrologi per 5 September 2026, tinggi muka air (TMA) Bendungan Lempake berada pada elevasi 6,85 meter di atas permukaan laut (mdpl).
“Volume tampungan saat ini tercatat mencapai 0,53 juta meter kubik,” ujarnya pada Minggu 6 September 2026.
BACA JUGA:Disdikbud Samarinda Terbitkan Edaran Pelajar Wajib Kenakan Masker Saat di Sekolah
Hayu menjelaskan, pengeluaran air dari bendungan saat ini diatur secara terukur dengan total debit sekitar 0,40 meter kubik per detik. Pengaturan tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat dan sektor pertanian tetap mendapatkan pasokan sesuai kondisi tampungan.
Dari total debit yang dikeluarkan, sekitar 0,160 meter kubik per detik dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan air baku Perumda Tirta Kencana Kota Samarinda.
Sementara itu, sekitar 0,238 meter kubik per detik dialirkan untuk mendukung kebutuhan irigasi pertanian.
Menurut Hayu, tidak terdapat limpasan air yang terbuang melalui mercu pelimpah atau spillway karena debit yang keluar melalui bagian tersebut tercatat nol meter kubik per detik.
Kondisi tersebut menunjukkan pengelolaan tampungan masih berada dalam batas operasional yang terkendali.
BACA JUGA:Di Tengah Aksi, Mahasiswa Kaltim Turun ke Jalan Bagikan Masker
“Untuk irigasi pertanian masih ada debit yang keluar, namun semakin mendekati elevasi 6,5 mdpl, akan semakin berkurang."
"Kami memang mengutamakan pengambilan air PDAM, karena merupakan kebutuhan dasar masyarakat,” katanya.
Kebijakan tersebut diterapkan sebagai langkah antisipasi apabila debit air terus menyusut akibat anomali cuaca dan musim kemarau yang berlangsung lebih panjang.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
