Bankaltimtara

Udara Berau Masuk Status Tidak Sehat, Dinkes Bagikan 4.000 Masker

Udara Berau Masuk Status Tidak Sehat, Dinkes Bagikan 4.000 Masker

Dinas Kesehatan Berau bagi masker untuk masyarakat-Acip Setiawan -

TANJUNG REDEB, NOMORSATUKALTIM — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Berau mengambil langkah cepat menyusul memburuknya kualitas udara di Bumi Batiwakkal akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Saat ini, status udara di Berau telah resmi dinyatakan berada pada kategori tidak sehat bagi kesehatan masyarakat.

Sebagai bentuk antisipasi dini, Dinkes Berau mulai membagikan ribuan masker secara gratis kepada para pengendara dan masyarakat umum di jalanan. 

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Berau, Rahmawati Saleh, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyiapkan total 4.000 masker untuk dibagikan langsung kepada warga.

"Sebanyak 4.000 masker dibagikan ke masyarakat. Hal itu bertujuan mencegah meningkatnya kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Berau," ujar Rahmawati saat dikonfirmasi, Minggu (30/8/2026).

BACA JUGA: 799 Kasus ISPA Tercatat di Samarinda Sepanjang Agustus 2026

Langkah pembagian masker ini dinilai mendesak mengingat ancaman kabut asap tebal yang mulai pekat menyelimuti berbagai wilayah di Berau.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Berau, tren kasus gangguan pernapasan menunjukkan angka yang mengkhawatirkan seiring memburuknya cuaca dan lingkungan.

Rahmawati membeberkan, hingga saat ini tercatat sudah lebih dari 3.000 orang di Kabupaten Berau yang terjangkit dan terpapar penyakit ISPA. Angka penderita tersebut diakuinya mengalami lonjakan yang cukup signifikan jika dibandingkan dengan data pada bulan Juni lalu.

“Pada Juni lalu, kasus ISPA berada di angka 2.494 kasus, Juli 2.533 dan Agustus 3.425 kasus,” Bebernya. 

BACA JUGA: Dinkes Paser Catat 900 Kasus ISPA hingga Juli, Warga Diminta Waspada Dampak Karhutla

Dengan dibagikannya ribuan masker ini, Dinas Kesehatan Berau mengimbau kepada seluruh masyarakat, terutama anak-anak, lansia, dan warga yang beraktivitas tinggi di luar ruangan, agar senantiasa mengenakan masker guna meminimalisir dampak buruk polusi udara dan kabut asap bagi kesehatan paru-paru.

“Sejauh ini, kami belum ada mendapat informasi bahwa ada masyarakat yang rawat inap karena sesak napas. Tapi kalau yang masuk ke IGD sudah ada,” Tandasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: