Bankaltimtara

Penyebab Kebakaran yang Tewaskan Balita di Gang Buntu Balikpapan Masih Diselidiki

Penyebab Kebakaran yang Tewaskan Balita di Gang Buntu Balikpapan Masih Diselidiki

Kasatreskrim Polresta Balikpapan, AKP Agus Agus Fitriadi.-(Disway Kaltim/ Chandra)-

BALIKPAPAN, NOMORSATUKALTIM - Aparat kepolisian Resor Kota Balikpapan masih menyelidiki penyebab kebakaran yang menewaskan seorang balita di Jalan Sulawesi, Kampung Gang Buntu, Kelurahan Karang Rejo, Kecamatan Balikpapan Tengah.

Selain menewaskan seorang balita berusia 4 tahun, peristiwa itu juga melukai dua orangg.

Kapolresta Balikpapan, Kombes Pol Jerrold HY Kumontoy, melalui Kasatreskrim Polresta Balikpapan AKP Agus Fitriadi, mengatakan penyidik telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), tetapi hasil pemeriksaan tersebut belum keluar.

“Penyebab kebakaran masih diselidiki. Kami sudah melakukan olah TKP, namun hasilnya belum keluar,” ujar Agus saat dikonfirmasi Minggu (30/8/2026).

BACA JUGA: Anak 4 Tahun Korban Kebakaran di Gang Buntu Balikpapan Tengah Meninggal, Luka Bakar 97 Persen

Kepolisian masih membutuhkan waktu untuk mengungkap faktor yang memicu kebakaran yang terjadi pada Rabu (26/8/2026) sore tersebut.

Agus meminta masyarakat memberikan kesempatan kepada penyidik untuk menyelesaikan proses pemeriksaan dan mengungkap penyebab peristiwa tersebut berdasarkan hasil penyelidikan.

“Mohon waktu kepolisian untuk bisa mengungkap,” katanya.

Untuk diketahui, kebakaran tersebut sebelumnya menyebabkan empat orang menjadi korban, dengan tiga korban mengalami luka bakar dan luka terbuka hingga mendapat penanganan medis, sementara Devan (4), meninggal dunia setelah sebelumnya diduga sempat terjebak di lantai dua rumah yang terbakar.

BACA JUGA: Balikpapan Catat 31 Kasus Kebakaran Lahan, Pepelingasih Desak Usut Sumber Api

Pemeriksaan forensik di RSKD Balikpapan kemudian menunjukkan hampir seluruh tubuh Devan mengalami luka bakar, dengan tingkat keparahan mencapai 97 persen dan dikategorikan sebagai luka bakar derajat 4.

Di tengah proses penyelidikan tersebut, polisi mengingatkan masyarakat agar tidak menyimpulkan penyebab kebakaran sebelum hasil pemeriksaan resmi keluar karena informasi yang belum terverifikasi berpotensi menimbulkan spekulasi.

“Kami imbau masyarakat untuk tidak menduga-duga maupun berspekulasi terkait peristiwa tersebut,” tegas Agus.

(*)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait