Bankaltimtara

Kemlu Sebut Belum Ada Negara Tetangga Protes soal Karhutla

Kemlu Sebut Belum Ada Negara Tetangga Protes soal Karhutla

ILUSTRASI - Petugas memadamkan lahan yang terbakar di Kota Bontang, Kalimantan Timur.-(Disway Kaltim/ Michael Fredy Yacob)-

JAKARTA, NOMORSATUKALTIM - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyatakan belum menerima nota protes resmi dari negara-negara tetangga terkait dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kabut asap yang terjadi di Indonesia.

Juru Bicara Kemlu RI, Vahd Nabyl A. Mulachela mengatakan komunikasi dan koordinasi dengan negara-negara di kawasan tetap berjalan di tengah upaya pemerintah menangani karhutla.

“Komunikasi dan koordinasi dengan negara-negara di kawasan terus berjalan dengan baik,” kata Nabyl, Senin (24/8/2026), dikutip Antara.

Menurut dia, pemerintah juga terus menyampaikan perkembangan kondisi karhutla kepada negara-negara di kawasan sebagai bagian dari langkah diplomasi.

BACA JUGA: Pemerintah Belum Berencana Bentuk Satgas Khusus Karhutla di Kalimantan

BACA JUGA: 72 Orang Ditetapkan sebagai Tersangka Kasus Karhutla, Tersebar di 9 Polda

“Langkah diplomasi juga dilakukan dengan terus berbagi informasi mengenai perkembangan situasi karhutla,” ujarnya.

Nabyl mengatakan Indonesia berupaya menangani karhutla secara terpadu untuk menekan dampaknya terhadap masyarakat dan lingkungan. Upaya tersebut juga memperhitungkan kemungkinan dampak asap terhadap negara-negara sekitar.

Indonesia, lanjut dia, turut memanfaatkan mekanisme ASEAN untuk memantau perkembangan karhutla dan bertukar informasi mengenai dampaknya.

Kerja sama regional juga dilakukan melalui Agreement on Transboundary Haze Pollution atau Kesepakatan ASEAN tentang Polusi Kabut Asap Lintas Batas. Kerangka kerja tersebut mencakup penguatan kesiapsiagaan, pemantauan, pencegahan, penanganan kebakaran, serta koordinasi antarnegara.

BACA JUGA: Prabowo Yakin Karhutla di Kalimantan Cepat Tertangani: Dulu Lebih Parah

BACA JUGA: Karhutla di Kalimantan Sudah Setengah Neraka, Pemerintah Diminta Tetapkan Bencana Nasional

“Pemerintah Indonesia masih belum menerima penyampaian keberatan secara resmi dari negara-negara tetangga terkait perkembangan karhutla dan kabut asap,” tegas Nabyl.

Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi juga menyebut pemerintah menjaga komunikasi dengan negara-negara tetangga mengenai potensi dampak karhutla. Komunikasi tersebut dilakukan melalui Menteri Luar Negeri Sugiono.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait