Dishub Samarinda Blokir 4.000 Fuel Card, Tapi Antrean Solar Masih Terjadi
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Samarinda Hotmarulitua Manalu.-Ari/Disway Kaltim-
SAMARINDA, NOMORSATUKALTIM – Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda memastikan ribuan fuel card kendaraan yang dinilai bermasalah telah diblokir, sebagai bagian dari penataan distribusi solar subsidi.
Kebijakan tersebut dilakukan untuk menjaga kuota BBM bersubsidi sekaligus memastikan penyalurannya tepat sasaran.
Langkah tersebut menjadi sorotan setelah ratusan sopir yang tergabung dalam Forum Gerakan Sopir Samarinda (FGSS) menggelar aksi di depan Balai Kota Samarinda, Jalan Kesuma Bangsa, Kelurahan Bugis, Kecamatan Samarinda Kota, Senin (24/8/2026).
Para sopir mempersoalkan mekanisme antrean dan pembatasan kuota solar subsidi.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Samarinda Hotmarulitua Manalu mengatakan, sistem antrean melalui Dishub dirancang agar setiap kendaraan yang memperoleh nomor antrean dapat dipastikan mendapatkan layanan solar sesuai rekomendasi.
BACA JUGA:Kupon Solar Diprotes Sopir Truk, Pemkot Samarinda Masih Tetap Pakai Skema Fuel Card
“Yang tadi ada juga kemarin saya wawancara sopir, dia yang biasa dapat kuota 80 di kartunya, pada saat antre dapat 70 liter, dapat 60 liter, bahkan sudah lama-lama antre enggak dapat."
"Makanya dengan nomor antrean di Dishub itu dipastikan dapat karena kami akan langsung link ke SPBU-nya,” ujar Hotmarulitua.
Manalu menjelaskan, masih adanya antrean kendaraan di sejumlah SPBU setelah pemblokiran fuel card Samarinda diduga berkaitan dengan kartu yang diterbitkan daerah lain.
Dishub Samarinda menemukan adanya fuel card dari luar Kota Samarinda yang masih digunakan untuk membeli solar subsidi di wilayah Samarinda.
BACA JUGA:12 Pelajar SMP Samarinda Diduga Gunakan Sinte, 8 Jalani Rehabilitasi
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi salah satu alasan Dishub perlu melakukan penelusuran data transaksi secara lebih rinci.
Pemerintah ingin memastikan kendaraan yang masih mengantre memang berasal dari kelompok pengguna yang belum masuk dalam daftar pemblokiran.
“Kalau melihat hal ini, kemungkinan fuel card yang antre di SPBU saat ini masih terjadi itu adalah fuel card yang diterbitkan bukan dari Kota Samarinda,” jelasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
