Tiang Dermaga Speedboat PPU Keropos, Pemprov Kaltim Didesak Bertindak
Tiang dermaga speeboat Pelabuhan Penajam mulai keropos dan kondisi ini sangat membayahakan pengguna jasa transportasi laut. -Awal/Disway Kaltim-
PPU, NOMORSATUKALTIM - Keselamatan penumpang yang menggantungkan mobilitas harian di Dermaga Speedboat Penajam, menjadi prioritas utama.
Untuk diketahui, saat ini Dermaga Speedboat Penajam di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim.
Kendati begitu, Dinas Perhubungan (Dishub) PPU telah berkoordinasi dan menyurati satu tingkatan di atasnya untuk perbaikan teknis guna membenahi tiang penyangga dermaga yang kian menipis akibat korosi dan gerogotan tiram air laut.
Kepala Dishub Kabupaten PPU, Agus Dahlan, mengatakan telah mengambil langkah konkret pascapeninjauan langsung tim Dishub Kaltim dan tim konsultan ke lokasi pada 25 Juli 2026 lalu.
BACA JUGA:Pembuktian Kualitas Generasi Muda, Skuad Pramuka PPU Bertolak ke Jambore Nasional XII
Fokus utama perbaikan difokuskan pada rekonstruksi struktur vital dermaga agar risiko bahaya bagi pengguna jasa moda transportasi laut tersebut dapat dieliminasi secara total.
Dirinya menegaskan, bahwa penanganan dermaga ini dilakukan tanpa menunggu timbulnya korban.
Pihaknya telah mengambil langkah proaktif mendokumentasikan kerusakan dan menyurati Pemprov Kaltim sejak 16 Juli 2026, jauh sebelum isu kondisi dermaga ini meramaikan perbincangan publik di media sosial.
"Kondisi tiang penyangga yang terendam air laut memang terus dimakan tiram hingga menyisakan diameter beberapa sentimeter saja."
BACA JUGA:Antisipasi El Nino dan Karhutla, Polres PPU Kerahkan Teknologi Lembuswana dan Patroli Terpadu
"Ini sangat krusial bagi keselamatan masyarakat. Karena itu, sebelum ramai di media sosial, kami sudah bersurat resmi ke provinsi beserta lampiran foto kendalanya," kata Agus, Minggu 9 Agustus 2026.
Secara teknis, proses perbaikan yang dirancang bersama konsultan tidak akan merombak total bangunan, melainkan berfokus pada titik-titik krusial yang membahayakan.
Prioritas pekerjaan meliputi penggantian dan penyambungan tiang penyangga.
"Penggantian tiang kayu ulin yang tergerus air laut menggunakan material khusus sepanjang 5 hingga 6 meter, dengan kedalaman tancap mencapai 2 meter, termasuk pembenahan fasilitas jembatan apung tempat turun-naik penumpang agar fleksibel dan aman menahan beban saat pasang surut air laut," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
