Indonesia Harus Kejar Ketertinggalan AI dan Robotika dari China
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto melihat penampilan robot Unitree di "World Artificial Intelligence Conference" (WAIC) 2026 di Shanghai, Sabtu (18/7/2026).-Istimewa-
NOMORSATUKALTIM – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan Indonesia tidak boleh tertinggal dalam pengembangan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan robotika.
Menurutnya, kemajuan yang dicapai China di kedua sektor tersebut menjadi gambaran penting bagi Indonesia untuk mempercepat transformasi teknologi nasional.
Pernyataan itu disampaikan Airlangga usai mengunjungi World Artificial Intelligence Conference (WAIC) 2026 di Shanghai, China, yang berlangsung pada 17-20 Juli 2026.
Dalam pameran teknologi terbesar di bidang AI tersebut, ia melihat secara langsung berbagai inovasi robotika, komputasi cerdas, hingga teknologi kendaraan pintar yang telah dikembangkan perusahaan-perusahaan asal China.
Menurut Airlangga, China telah menunjukkan perkembangan yang sangat pesat dalam penerapan AI dan robotika di berbagai sektor, mulai dari industri hingga pelayanan publik.
BACA JUGA:Hasil Penelitian: Otak Mengenali Kebutuhan Nutrisi Tubuh Melalui Mekanisme Biologis
"China ini sudah luar biasa mereka dalam aplikasi AI maupun robotik. Jadi Indonesia harus catching up terhadap apa yang mereka lakukan," ujarnya dikutip dari Antara pada Minggu (19/7/2026).
Ia menilai kemajuan industri robotika di China tidak hanya terlihat dari kecanggihan teknologinya, tetapi juga dari fleksibilitas pemanfaatannya dalam mendukung berbagai aktivitas dan pekerjaan.
"Perkembangan industri robotika mereka betul-betul berkembang dan punya fleksibilitas yang luar biasa, terutama untuk banyak pekerjaan yang bisa dilakukan menggunakan robot," katanya.
Airlangga mengatakan seluruh hasil kunjungan selama berada di China, termasuk pembahasan dengan Presiden China Xi Jinping, Menteri Perdagangan Wang Wentao, dan Menteri Luar Negeri Wang Yi, akan dilaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto sebagai bahan penyusunan langkah strategis pengembangan teknologi nasional.
BACA JUGA:Mulai Diberlakukan, Registrasi Kartu SIM Wajib Pakai Verifikasi Biometrik
Menurutnya, Indonesia harus segera mempercepat pengembangan AI, robotika, dan teknologi energi terbarukan agar mampu bersaing di tingkat global.
"Tentu kami akan laporkan. Ke depan kita tidak boleh ketinggalan dalam pengembangan AI, terutama juga pengembangan robotik dan di sektor renewable energy," tegasnya.
WAIC sendiri merupakan konferensi AI internasional yang digelar sejak 2018 dan menjadi salah satu ajang terbesar dunia di bidang kecerdasan buatan, komputasi cerdas, dan embodied intelligence.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
