KKN Kolaborasi Libatkan 1.006 Mahasiswa Kaltim, Diterjunkan ke 49 Desa di Kukar
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri melepas ribuan mahasiswa KKN Kolaborasi terjun ke 49 desa di Kutai Kartanegara.-Rahmat/Nomorsatukaltim-
KUTAI KARTANEGARA, NOMORSATUKALTIM– Sebanyak 1.006 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta di Kalimantan Timur resmi diterjunkan dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaborasi di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).
Program yang berlangsung selama 40 hari itu menyasar 49 desa dengan tujuan menggali sekaligus mengembangkan potensi lokal sebagai fondasi kemandirian desa.
Pelepasan mahasiswa KKN Kolaborasi digelar di Pendopo Odah Etam, Tenggarong, Senin, 13 Juli 2026, dan dihadiri Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, jajaran perguruan tinggi, serta para peserta KKN.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Mulawarman, Moh. Bahzar mengatakan, program ini menjadi yang pertama mempertemukan perguruan tinggi negeri dan swasta dalam satu kolaborasi KKN dengan jumlah peserta mencapai 1.006 mahasiswa.
BACA JUGA: Disdikbud Kukar Siapkan Guru Pengganti untuk Antisipasi Pensiun, Formasi ASN Disesuaikan Kebutuhan
Menurut Bahzar, para mahasiswa tidak hanya menjalankan program pengabdian, tetapi juga dituntut mampu memetakan serta mengembangkan potensi yang dimiliki setiap desa.
"Mahasiswa wajib menggali potensi desa yang bisa dikembangkan, baik sektor pariwisata, penanganan stunting, maupun potensi lain yang berkaitan dengan pembangunan daerah, termasuk peluang yang muncul dengan kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN)," ucapnya.
Ia menjelaskan, Pemkab Kukar telah memetakan potensi di masing-masing desa sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan ke depan.
Karena itu, mahasiswa diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata selama berada di lokasi KKN.
BACA JUGA: IKA PMII Kukar Minta Pemkab Kreatif Tingkatkan PAD Meski Dihantam Badai Efisiensi Anggaran
"Kami berharap mahasiswa tidak hanya datang dan tinggal di desa, tetapi benar-benar menggali potensi yang ada sehingga dapat menjadi rekomendasi bagi pengembangan desa di masa mendatang," tuturnya.
Sementara itu, Aulia Rahman Basri menyambut baik pelaksanaan KKN Kolaborasi yang melibatkan seluruh perguruan tinggi di Samarinda bersama Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta).
Ia mengatakan, dari total 149 desa di Kukar, tahap awal program ini difokuskan di 49 desa dengan melibatkan sekitar 1.000 mahasiswa.
Keberadaan mahasiswa di tengah masyarakat diharapkan mampu membantu pemerintah desa mengidentifikasi berbagai potensi yang selama ini belum tergarap secara optimal.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
