Disnaker Balikpapan Evaluasi Arah Pelatihan Kerja, Prioritaskan Program Peluang Kerja
Kepala Disnaker Balikpapan, Adamin Siregar saat diwawancara mengenai arah program pelatihan kerja di "Kota Minyak".-(Disway Kaltim/ Salsabila)-
BALIKPAPAN, NOMORSATUKALTIM - Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Balikpapan mulai mengevaluasi arah program pelatihan kerja yang selama ini dijalankan.
Ke depan, pelatihan tidak lagi semata-mata difokuskan pada bidang dengan biaya tinggi, melainkan diarahkan pada program yang mampu menjangkau lebih banyak peserta sekaligus membuka peluang kerja maupun usaha secara lebih luas.
Kepala Disnaker Balikpapan, Adamin Siregar, mengatakan perubahan orientasi tersebut menjadi bagian dari penyusunan rencana kerja instansinya.
Penentuan jenis pelatihan akan disesuaikan dengan kebutuhan riil pasar kerja serta potensi usaha yang berkembang di Balikpapan.
BACA JUGA: 10 Ribu Pencari Kerja di Kukar Akan Terhubung ke Aplikasi Siap Kerja
Menurutnya, efektivitas program kini menjadi pertimbangan utama. Pemerintah ingin memastikan setiap anggaran pelatihan yang dikeluarkan benar-benar menghasilkan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.
"Fokusnya adalah pelatihan yang bisa memberikan kesempatan kerja kepada masyarakat dalam jumlah lebih banyak," kata Adamin.
Ia menjelaskan, selama ini terdapat sejumlah pelatihan yang membutuhkan biaya besar untuk setiap peserta. Salah satunya pelatihan operator alat berat yang nilai pembiayaannya dapat mencapai sekitar Rp10 juta per orang.
Dengan besaran anggaran tersebut, Disnaker menilai perlu dilakukan evaluasi terhadap efisiensi program. Sebab, anggaran yang sama berpotensi dimanfaatkan untuk melatih lebih banyak masyarakat melalui bidang lain yang memiliki peluang kerja maupun usaha lebih luas.
BACA JUGA: Sektor Pertambangan Masih Menjadi Pilihan Utama Para Pencari Kerja
BACA JUGA: 352 Pencari Kerja Ikuti Program Pelatihan dan Pemagangan Disnakertrans Kaltim
Beberapa sektor yang mulai dipertimbangkan antara lain digital marketing, kuliner, hingga berbagai jenis usaha jasa yang dinilai lebih mudah diakses masyarakat dan memiliki peluang berkembang seiring meningkatnya kebutuhan ekonomi lokal.
Meski demikian, Adamin menegaskan belum ada keputusan final mengenai jenis pelatihan yang akan diprioritaskan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
