Bankaltimtara

Teras Samarinda Baru Setor Rp500 Juta, DPRD Minta Varia Niaga Berbenah

Teras Samarinda Baru Setor Rp500 Juta, DPRD Minta Varia Niaga Berbenah

Pengelolaan Teras Samarinda oleh Perumda Varia Niaga dinilai belum optimal oleh Ketua DPRD Samarinda.-(Disway Kaltim/ Ari Rachiem)-

SAMARINDA, NOMORSATUKALTIM – Ketua DPRD Samarinda, Helmi Abdullah, menyoroti capaian pengelolaan Teras Samarinda oleh Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Varia Niaga yang sepanjang tahun anggaran 2025 baru mampu menyetor Pendapatan Asli Daerah (PAD) Rp500 juta. 

Nilai tersebut dinilai belum mencerminkan potensi besar salah satu ikon baru Kota Tepian yang diharapkan dapat menjadi sumber pemasukan daerah yang signifikan.

Sorotan itu muncul setelah evaluasi, yang menurut Helmi masih membutuhkan pembenahan serius agar kontribusinya terhadap kas daerah dapat meningkat pada tahun-tahun berikutnya. 

Ia menilai Teras Samarinda memiliki peluang besar berkembang apabila dikelola secara optimal dan ditopang strategi bisnis yang lebih terarah.

BACA JUGA: Dewan Ingatkan Deadline Penyelesaian Proyek Teras Samarinda Tahap II

“Kita akan lihat, sejauh mana fasilitas di sana selama dikelola pihak ketiga. Kalau prospeknya bagus, maka akan berdampak pada nilai investasi yang masuk ke Samarinda akan meningkat,” ujar Helmi, Sabtu (30/5/2026).

Helmi meminta manajemen Perumda Varia Niaga segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pola pengelolaan kawasan agar potensi ekonomi yang ada tidak terbuang sia-sia. 

Menurutnya, keberadaan Teras Samarinda sebagai ruang publik yang ramai aktivitas semestinya dapat dikonversi menjadi sumber PAD yang lebih besar jika dikelola dengan pendekatan yang tepat dan didukung inovasi usaha yang konsisten.

Ia menilai pemerintah daerah dan pihak pengelola perlu memastikan seluruh fasilitas yang tersedia mampu memberi nilai tambah terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.

BACA JUGA: Dua Segmen Pengerjaan Teras Samarinda Belum Selesai, Kontraktor Didenda

Sementara itu, Direktur Utama Perumda Varia Niaga, Syamsuddin Hamade, menjelaskan bahwa keterbatasan kewenangan pada masa awal pengelolaan menjadi salah satu faktor yang membuat potensi ekonomi kawasan belum bisa dimaksimalkan. 

Pada fase awal sejak akhir 2024, aktivitas usaha di Teras Samarinda disebut belum berjalan sebagaimana harapan.

“Kami belum bisa menjalankan fungsi bisnis secara penuh di awal. Pendapatan hanya dari parkir dan pengunjung juga belum ramai,” jelas Syamsuddin.

Syamsuddin menerangkan, sejak akhir 2024 sumber pemasukan kawasan praktis hanya bertumpu pada sektor parkir karena jumlah pengunjung saat itu masih relatif rendah. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: