Bankaltimtara

Punya Potensi, Ekspor Rumput Laut Berau Capai 360 Ton per Tahun

Punya Potensi, Ekspor Rumput Laut Berau Capai 360 Ton per Tahun

Salah satu BUMK di Berau memanfaatkan potensi rumput laut. -istimewa-

BERAU, NOMORSATUKALTIM — Budidaya rumput laut di  Berau mulai menunjukkan potensi besar sebagai sektor ekonomi baru yang menjanjikan. 

Dinas Perikanan Berau mencatat, budidaya rumput laut saat ini telah berkembang di Kampung Karangan, Kecamatan Biatan, dengan luasan lahan mencapai sekitar 60 hektare. 

Aktivitas tersebut dikelola oleh sekitar 40 rumah tangga perikanan yang kini mulai rutin memasok hasil produksi hingga pasar ekspor

Kepala Bidang Budidaya Perikanan Dinas Perikanan Berau, Budiono, mengatakan pengembangan rumput laut menjadi bagian dari strategi jangka panjang pemerintah daerah dalam membangun kekuatan ekonomi baru di sektor perikanan dan pertanian dalam arti luas. 

BACA JUGA:Gandeng Dua Maskapai, Kesra Berau Pastikan Pemberangkatan 211 Jamaah Haji Tepat Waktu

“Kita sedang mendorong bagaimana caranya rumput laut ini menjadi salah satu sektor unggulan di bidang budidaya menuju hilirisasi transformasi ekonomi dari sektor tambang menjadi sektor perikanan atau pertanian,” kata Budiono, Rabu 13 Mei 2026. 

Menurut dia, potensi rumput laut Berau tidak hanya terlihat dari sisi produksi, tetapi juga mulai terbuka luas pada pasar ekspor. 

Saat ini, pengiriman rumput laut kering dari Berau sudah dilakukan secara rutin ke luar negeri. 

Budiono menjelaskan, rata-rata ekspor mencapai dua kontainer atau sekitar 40 ton dalam kurun tiga bulan. 

Jika diakumulasikan dalam setahun, volume ekspor diperkirakan mencapai 160 hingga 360 ton rumput laut kering. 

BACA JUGA:Pendapatan Retribusi Hanya Rp900 Juta, DLHK Berau Habiskan Rp3,5 Miliar per Tahun untuk Angkut Sampah

Permintaan pasar luar negeri pun disebut terus meningkat, terutama dari China dan Hongkong. 

Meski demikian, jalur distribusi ekspor dari Berau masih dilakukan melalui sejumlah kota transit seperti Tarakan, Surabaya, dan Makassar. 

“Peminatnya cukup banyak dari luar negeri, terutama China dan Hongkong. Untuk sementara pengiriman masih transit lewat Tarakan, Surabaya, dan Makassar,” ujarnya. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: