Produksi Rumput Laut Desa Maruat Hadapi Tantangan Anjloknya Harga di Pasaran
Petani rumput laut saat mengumpulkan sisa-sisa hasil panen.-Sahrul/Disway Kaltim-
PASER, NOMORSATUKALTIM - Sentra produksi rumput laut di Desa Maruat, Kecamatan Long Kali menghadapi tantangan berat. Harga rumput kering di pasaran anjlok.
Kepala Desa Maruat, Syahrudin, mengungkapkan bahwa kondisi ini cukup memukul perekonomian warga yang menggantungkan hidup dari sektor tersebut.
Harga rumput laut kering saat ini hanya berkisar Rp2.000 per kilogram, bahkan terkadang lebih rendah.
Angka tersebut jauh dibandingkan harga normal yang bisa mencapai Rp7.000 per kilogram saat kondisi pasar stabil.
BACA JUGA:DPUTR Paser Bakal Tinjau Kondisi Jembatan Ulin Desa Pasir Mayang untuk Perbaikan
Penurunan drastis ini dipengaruhi oleh dinamika ekonomi, baik di tingkat nasional maupun global.
Kondisi tersebut membuat masyarakat Desa Maruat harus lebih inovatif dengan melihat situasi ini untuk mencari cara lain meningkatkan nilai tambah dari hasil produksi mereka.
BACA JUGA:Waspada Karhutla, 171 Titik Panas Terdeteksi di Paser
Salah satu langkah strategis yang tengah dikembangkan adalah mengembangkan produk olahan rumput laut melalui Galeri Seharum Idaman.
“Melalui inisiatif, hasil panen tidak lagi hanya dijual dalam bentuk bahan mentah, melainkan diolah menjadi berbagai produk bernilai ekonomi lebih tinggi,” kata Syahrudin, Selasa 5 Mei 2026.
Hingga saat ini, tercatat sekitar 17 varian produk olahan telah dihasilkan oleh warga. Produk tersebut meliputi aneka camilan seperti keripik, kerupuk, amplang, dan stik rumput laut.
Selain itu, terdapat pula produk makanan manis seperti dodol, sirup, selai, hingga es krim dan minuman herbal berbahan dasar rumput laut.
Inovasi ini terbukti memberikan dampak positif.
Selain meningkatkan nilai jual produk, kegiatan pengolahan juga membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat setempat.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: