Bankaltimtara

Hasil Penelitian Terbaru: Perangkat Vape dapat Hantarkan Logam Berbahaya ke Paru-Paru

Hasil Penelitian Terbaru: Perangkat Vape dapat Hantarkan Logam Berbahaya ke Paru-Paru

Ilustrasi vape.-istimewa-

JAKARTA, NOMORSATUKALTIM - Penelitian baru di Australia mengungkapkan, bahwa perangkat rokok elektronik (vape) dapat menghantarkan logam beracun langsung ke jaringan paru-paru.

Hal ini menantang anggapan bahwa vape merupakan alternatif yang lebih aman dibandingkan mengisap rokok konvensional (tembakau).

Demikian menurut pernyataan dari Universitas Teknologi Sydney (University of Technology Sydney/UTS) Australia dilansir dari Antara, Sabtu, 18 April 2026.

Studi tersebut menunjukkan bahwa bahkan penggunaan vape jangka pendek pada tingkat paparan di bawah penggunaan harian manusia yang umum menghasilkan akumulasi logam beracun yang terukur di jaringan paru-paru, termasuk timbal, tembaga dan nikel.

BACA JUGA: BNNK Balikpapan Waspadai Peredaran Liquid Vape Ilegal Mengandung Narkotika

BACA JUGA: Singapura Kategorikan Vape sebagai Narkoba, Pengguna dan Penjual Bisa Dihukum Penjara

Studi praklinis ini memberikan bukti pertama bahwa aerosol vape mengandung spesies logam yang terkait dengan timah dan merkuri.

Zat ini sering kali lebih mudah diserap dan lebih reaktif secara biologis dibandingkan logam anorganik.

Dayanne Bordin, peneliti utama studi yang dipublikasikan dalam Analytical and Bioanalytical Chemistry itu mengatakan, temuan tersebut mengungkapkan "bahaya yang kurang disadari" yang berkaitan dengan vape.

"Profil logam yang diamati konsisten dengan emisi dari koil pemanas dan komponen listrik," ujar dosen kimia analitik UTS.

BACA JUGA: Kenali Tanda Awal Kanker Paru-Paru yang Sering Diabaikan

BACA JUGA: Berat Badan Berlebih dan Rokok Jadi Pemicu Utama GERD, Dokter Ungkap Gaya Hidup Penyebab Asam Lambung Naik

Bordin mengatakan, bahwa penilaian keamanan saat ini sering kali mengabaikan emisi yang berasal dari komponen perangkat seperti koil pemanas.

"Tidak seperti rokok konvensional, perangkat vape sangat bervariasi dalam desain dan kualitas manufakturnya, yang berpotensi meningkatkan risiko paparan," bunyi hasil penelitian itu.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: antara