Bankaltimtara

Percepat Swasembada Pangan, Pemkab Kutim Maksimalkan 20.000 Hektare Lahan

Percepat Swasembada Pangan, Pemkab Kutim Maksimalkan 20.000 Hektare Lahan

Ilustrasi pertanian-Dok. Nomorsatukaltim-

KUTIM, NOMORSATUKALTIM – Pemkab Kutim menargetkan optimalisasi lahan hingga 20.000 hektare, demi memaksimalkan sektor pertanian. 

Langkah ini menjadi bagian dari upaya mendukung program swasembada pangan nasional, sekaligus memerkuat ketahanan pangan daerah di tengah tantangan efisiensi anggaran. 

Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi, menegaskan bahwa sektor pertanian kini menjadi salah satu prioritas utama pemerintah daerah. 

Bahkan, program ini masuk dalam daftar 50 program unggulan yang tengah dikebut realisasinya. 

Menurutnya, target 20.000 hektare bukan sekadar angka. Melainkan arah kebijakan yang harus dicapai secara bertahap dengan dukungan lintas sektor, termasuk pemerintah pusat. 

“Kami serius menuju swasembada. Tantangan lahan memang nyata, tapi dengan dukungan pusat, kami optimistis target 20 ribu hektare ini bisa terwujud,” tegas Mahyunadi, Jumat 17 April 2026. 

BACA JUGA:Pengalihan BPJS Mendadak Picu Kekhawatiran, Pemkab Kutim Minta Dikaji Ulang

Dalam upaya mengejar target tersebut, Pemkab Kutim juga mengandalkan program Irigasi Perpompaan (Irpom) dari Kementerian Pertanian. 

Namun, dari 10 titik yang diusulkan, baru empat lokasi yang telah dinyatakan memenuhi syarat untuk dikembangkan. 

Kondisi ini menunjukkan masih adanya pekerjaan rumah besar, terutama terkait kesiapan lahan dan kelengkapan administrasi yang menjadi syarat utama verifikasi program. 

Mahyunadi mengakui, persoalan klasik seperti tumpang tindih kepemilikan lahan hingga keterbatasan infrastruktur irigasi menjadi tantangan yang harus segera diatasi. 

BACA JUGA:APBD jadi Langganan Kasus Korupsi, Pemuda Kutim Minta DPRD Awasi Lebih Ketat Meski demikian, ia memastikan pemerintah daerah tidak akan mundur dan terus berupaya mempercepat proses verifikasi. 

Agar lebih banyak lahan bisa masuk dalam program tersebut. 

Selain fokus pada pengembangan lahan, Pemkab Kutim juga mulai menyiapkan sistem penunjang untuk memastikan hasil pertanian terserap pasar. Salah satunya melalui kerja sama dengan Bulog. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: