Bankaltimtara

11.630 Karya Meledak di Balikpapan, Tapi Kemampuan Memahami Bacaan Masih Minim

11.630 Karya Meledak di Balikpapan, Tapi Kemampuan Memahami Bacaan Masih Minim

Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Balikpapan, Elvin Junaidi, saat menyampaikan sambutan.-Salsabila/Disway Kaltim-

BALIKPAPAN, NOMORSATUKALTIM - Festival Literasi Balikpapan ke-5 mencatat lonjakan produktivitas dengan total 11.630 karya yang dihasilkan siswa dan tenaga pendidik. 

Namun di balik angka besar itu, kemampuan memahami isi bacaan masyarakat masih dinilai menjadi tantangan serius di Balikpapan. 

Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Balikpapan, Elvin Junaidi, mengatakan penguatan literasi saat ini tidak cukup hanya mendorong orang bisa membaca. 

Menurutnya, tantangan terbesar justru terletak pada kemampuan memahami informasi dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. 

BACA JUGA:Rencana Penataan Kabel di Balikpapan Belum Tunjukkan Arah yang Jelas, Perda Masih Tahap Kajian

"Kalau sekadar membaca mungkin banyak yang sudah bisa. Tapi memahami isi bacaan dan mempraktikkannya, itu yang masih menjadi pekerjaan rumah bersama," ujarnya saat kegiatan di Gedung Kesenian Balikpapan, pada Jumat 10 April 2026. 

BACA JUGA:Bandara Sepinggan Alihkan Penerbangan Sementara ke APT Pranoto Samarinda, Cek Tangalnya di Sini

Ia menjelaskan, kebiasaan membaca masyarakat mulai tumbuh, tetapi belum berlangsung konsisten. 

Banyak orang hanya membaca dalam waktu singkat tanpa mendalami isi bacaan, sehingga pengetahuan yang diperoleh tidak maksimal. 

Elvin juga menyinggung hasil survei internasional yang menempatkan Indonesia di posisi bawah dalam tingkat literasi global. 

Kondisi itu, baginya, menunjukkan peningkatan akses bahan bacaan harus dibarengi kualitas pemahaman. 

Festival Literasi Balikpapan tahun ini melibatkan 180 sekolah, terdiri dari 128 SD, 48 SMP, dan 4 SMA. 

BACA JUGA:Mandek Tahunan, DPRD Balikpapan Prioritaskan Penyelesaian Raperda Reklame

Program yang berjalan sejak September 2024 hingga April 2026 itu menghasilkan ribuan karya dalam bentuk tulisan, buku, dan antologi sekolah. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: