Bankaltimtara

Regulasi Belum Ada, Operasional Bajaj di Tenggarong Sementara Ditunda

Regulasi Belum Ada, Operasional Bajaj di Tenggarong Sementara Ditunda

Unit Bajaj Yang Akan Beroperasi Di Tenggarong. Rahmat/Diswaykaltim.Unit Bajaj Yang Akan Beroperasi Di Tenggarong. -Rahmat/Disway Kaltim-

KUKAR, NOMORSATUKALTIM — Rencana pengoperasian transportasi bajaj di Tenggarong masih ditunda sampai batas waktu yang belm ditentukan. 

Pasalnya, Pemkab Kukar masih ingin membuat payung hukum dulu melalui peraturan daerah, sebelum mengoperasikannya. 

Pengawas PT Vahana Bajaj Sukses, Adi, mengatakan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan pemerintah setempat. Termasuk Wakil Bupati Kutai Kartanegara Rendi Solihin, terkait rencana operasional tersebut. 

Ia menyebut, antusias masyarakat terhadap kehadiran bajaj di Tenggarong tergolong cukup tinggi. 

“Bapak Wakil Bupati sudah datang dan melihat langsung. Respons masyarakat juga cukup bagus terhadap adanya bajaj ini,” ucap Adi, Jumat 10 April 2026. 

BACA JUGA:Pembangunan Jembatan Anggana–Sanga Sanga Masih Dikaji, Pemprov Kaltim Siapkan Alternatif Lokasi

Lebih Lanjut, Adi menegaskan pihaknya akan mengikuti arahan pemerintah daerah dan menunda sementara operasional hingga aturan yang jelas diterbitkan. 

“Sebagai warga negara yang taat hukum, kami harus mengikuti arahan. Saat ini masih menunggu pengaturan melalui perda, jadi sementara kami hold dulu,” ujarnya. 

Saat ditanya terkait efisiensi bahan bakar, Adi menyebut bahwa Bajaj ini merupakan transportasi umum yang cukup irit. 

BACA JUGA:Bupati Kukar Kecewa Audiensi dengan BEM Unikarta Dibatalkan: Mereka yang Minta, Bukan Kami

Untuk bensin per liter saja bisa menempuh jarak hingga puluhan kilometer, baik membawa penumpang maupun tidak. 

"Bahan bakarnya sendiri bensin untuk sekarang driver nya bilang irit itu seliternya bisa 25 kilo kalo pake penumpang 24 kilo," tuturnya. 

Untuk tarif sendiri, Adi menegaskan masih terjangkau yaitu kisaran Rp 14 ribu per tugas kilometer. Saat ini terdapat 12 unit bajaj beserta 12 pengemudi yang telah disiapkan. 

Namun, operasional penuh masih menunggu hasil koordinasi lanjutan dengan Dinas Perhubungan (Dishub). 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: