Dharma Santi Umat Hindu di Kerta Buana Dihadiri Seno Aji, Ada Pesan Penting untuk Pemerintah
Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji dan Bupati Kutai Kartanegara, Aulia Rahman Basri saat hadir dalam perayaan Dharma Santi di Desa kerta Buana, Tenggarong Seberang pada Jumat (3/4/2026) malam. -(Disway Kaltim/ Rahmat)-
KUKAR, NOMORSATUKALTIM — Umat Hindu di Desa Kerta Buana, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kutai Kartanegara (Kukar) menggelar Dharma Santi Nyepi Tahun Saka 1948, pada Jumat, 3 April 2026.
Kegiatan ini menjadi momentum mempererat hubungan antarumat sekaligus menjalin kedekatan dengan pemerintah daerah, karena dihadiri Wakil Gubernur Kaltim (Wagub Kaltim), Seno Aji dan Bupati Kukar, Aulia Rahman basri.
Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Desa Kerta Buana, I Made Susana, mengatakan Dharma Santi tahun ini tidak hanya menjadi ajang kebersamaan internal umat Hindu, tetapi juga membuka ruang komunikasi yang lebih luas dengan pemerintah.
“Ini bukan sekadar silaturahmi antarumat Hindu, tetapi juga menjadi momen penting karena kami bisa langsung menjalin hubungan yang harmonis dengan pemerintah. Hal ini tentu sangat membahagiakan bagi kami,” ucap Made Susana, Jumat malam.
BACA JUGA: Perdana, Umat Hindu Samarinda Gelar Melasti di Sungai Mahakam
BACA JUGA: Hari Raya Nyepi 2026 di Samarinda: Umat Hindu Jalani Catur Brata dalam Hening 24 Jam
Jumlah umat Hindu di Desa Kerta Buana mencapai lebih dari 2.000 kepala keluarga. Namun, hanya sekitar 411 kepala keluarga yang tercatat aktif mengikuti kegiatan adat.
Susana menjelaskan perbedaan keaktifan ini dipengaruhi oleh faktor usia dan kondisi keluarga.
“Ada yang sudah memasuki usia pensiun atau anak-anaknya sudah menikah, sehingga tidak lagi aktif dalam kegiatan adat,” katanya.
Mayoritas umat Hindu di desa ini merupakan transmigran asal Bali yang datang sejak tahun 1980-an. Mereka berasal dari berbagai kabupaten di Pulau Dewata dan hingga kini tetap menjaga tradisi serta budaya leluhur.
BACA JUGA: Pawai Ogoh-Ogoh Semarakkan Hari Raya Nyepi, Bupati Kutim Tekankan Kebersamaan Antar Umat Beragama
BACA JUGA: Umat Hindu Balikpapan Rayakan Nyepi dengan Bakti Sosial
Salah satu tradisi yang terus dilestarikan adalah pembuatan ogoh-ogoh menjelang Hari Raya Nyepi.
Susana berharap Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara memberikan dukungan terhadap kegiatan ini, mengingat biaya pembuatan ogoh-ogoh cukup besar, antara Rp25 juta hingga Rp50 juta.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
