Waspada! Damkar Samarinda Ingatkan Risiko Kebakaran Saat Musim Kemarau
Kebakaran yang Terjadi di SMPN 2 Samarinda.-Dok. Nomorsatukaltim-
SAMARINDA, NOMORSATUKALTIM — Memasuki musim kemarau, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Samarinda mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran yang berpotensi meningkat seiring kondisi cuaca panas dan lingkungan yang semakin kering.
Imbauan ini disampaikan oleh Kepala Dinas Damkar Samarinda, Hendra AH.
Sebagai langkah antisipasi dini, mengingat setiap tahun musim kemarau kerap diiringi lonjakan kasus kebakaran yang dipicu berbagai faktor, mulai dari kelalaian aktivitas warga hingga persoalan teknis seperti instalasi listrik yang tidak memenuhi standar keamanan.
Hendra menjelaskan bahwa kondisi cuaca kering membuat api lebih mudah menyebar dan sulit dikendalikan, sehingga masyarakat diminta lebih berhati-hati dalam melakukan aktivitas yang berpotensi menimbulkan percikan api.
BACA JUGA:Pemkab Kutim Targetkan Raih Predikat WTP dari BPK, Meski Sempat Catat Banyak Temuan
BACA JUGA:Dari Lahan Pribadi jadi Pusat Pembelajaran, Kiprah Sabil Kembangkan Madu Kelulut
“Kalau sudah masuk kemarau, masyarakat harus lebih berhati-hati, terutama saat membakar sampah atau aktivitas lain yang bisa memicu api,” ujarnya pada Jumat 3 April 2026.
Ia menuturkan bahwa kebiasaan membakar sampah maupun benda lain seperti ban bekas masih sering ditemukan di tengah masyarakat, padahal aktivitas tersebut sangat berisiko memicu kebakaran yang meluas ketika kondisi lingkungan dalam keadaan kering.
Menurutnya, api kecil yang awalnya terkendali dapat dengan cepat membesar ketika tertiup angin atau menyambar material mudah terbakar di sekitarnya, sehingga dalam waktu singkat dapat menimbulkan kerugian besar bagi warga.
Selain faktor aktivitas pembakaran terbuka, Hendra juga mengungkapkan bahwa sebagian besar kasus kebakaran di Kota Samarinda justru disebabkan oleh masalah kelistrikan, terutama korsleting atau arus pendek yang terjadi akibat instalasi yang tidak sesuai standar.
BACA JUGA:Kampung Lutan di Mahulu Fokus Kembangkan Budidaya Ayam Petelur dan Sayur Mayur
BACA JUGA:Polisi Ungkap Peredaran Narkotika di Kutai Barat, Gagalkan Peredaran 23 Poket Sabu
“Lebih dari 50 persen kebakaran itu karena korsleting listrik. Jadi instalasi listrik di rumah harus benar-benar diperhatikan,” jelasnya.
Ia mengimbau masyarakat untuk memastikan seluruh perangkat listrik yang digunakan telah memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI), serta dipasang dengan sistem yang aman dan tidak digunakan secara berlebihan dalam satu jalur listrik.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
