Bankaltimtara

Keluarga Bantah Hoaks, Bocah di Inpres 3 Balikpapan Mengaku Nyaris Diculik Pria Bermotor

Keluarga Bantah Hoaks, Bocah di Inpres 3 Balikpapan Mengaku Nyaris Diculik Pria Bermotor

Situasi Jalan Inpres 3, Kelurahan Muara Rapak, Balikpapan Utara sedang sepi saat korban hendak dibawa oleh pria bermotor. -(Disway Kaltim/ Salsa)-

BALIKPAPAN, NOMORSATUKALTIM - Isu dugaan penculikan anak di kawasan Jalan Inpres 3, Kelurahan Muara Rapak, Balikpapan Utara, yang sempat disebut tidak benar atau hoaks, mendapat bantahan langsung dari keluarga korban. 

Mereka menegaskan, peristiwa yang dialami anak mereka benar terjadi. Korban memang sempat dicegat dan diajak oleh pria tak dikenal, meskipun tidak sampai dibawa.

Klarifikasi itu disampaikan setelah keluarga didatangi aparat kepolisian pada Jumat, 27 Maret 2026, sekitar pukul 17.00 Wita, bertepatan saat suasana kunjungan lebaran di rumah mereka.

Kakak korban, Ersa (26) mengatakan, aparat sudah datang untuk memastikan langsung kronologi kejadian yang sebelumnya ramai diperbincangkan.

BACA JUGA: Waspada Penculikan Anak, DP3AKB Balikpapan Minta Orang Tua Perketat Pengawasan

Dalam pertemuan tersebut, korban juga dimintai keterangan, termasuk terkait ciri pelaku dan situasi saat kejadian.

"Saya jelaskan sesuai yang terjadi. Adik saya memang dicegat dan diajak ikut, tapi tidak sampai dibawa," ujarnya saat dikonfirmasi ulang oleh wartawan Nomorsatukaltim.

Menurut Ersa, dalam kesempatan itu pihak kepolisian juga menanyakan identitas keluarga dan data korban sebagai bagian dari pendataan.

Di sisi lain, kepolisian menyampaikan bahwa hasil penelusuran di lapangan tidak menemukan adanya peristiwa percobaan penculikan seperti yang beredar. 

BACA JUGA: Anak Kelas 5 SD Nyaris Diculik Pria Bertopeng di Jalan Sepi Balikpapan

Kapolresta Balikpapan, Kombes Pol H.Y. Kumontoy melalui Kasat Reskrim, AKP Agus Fitriadi menyampaikan bahwa informasi tersebut tidak terbukti setelah dilakukan pengecekan.

Dari hasil tersebut, kepolisian menilai tidak ditemukan adanya kejadian sebagaimana yang diinformasikan, serta mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan kabar yang belum terverifikasi.

Meski demikian, keluarga korban tetap pada keterangannya. Ersa menegaskan, peristiwa yang dialami adiknya merupakan upaya atau percobaan penculikan, meskipun tidak sampai berhasil.

"Kami tidak bilang berhasil diculik. Tapi memang dicegat dan diajak ikut. Itu yang terjadi," tekannya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait