Bankaltimtara

Ekonomi Non-Tambang Kutim Tumbuh Positif, Bappeda: Naik 2,5 Persen di 2025

Ekonomi Non-Tambang Kutim Tumbuh Positif, Bappeda: Naik 2,5 Persen di 2025

Kepala Bappeda Kutim, Januar Bayu Irawan-Sakiya Yusri/Nomorsatukaltim-

KUTIM, NOMORSATUKALTIM – Di tengah perlambatan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kutai Timur (Kutim) pada 2025, terdapat fakta menarik yang justru menunjukkan tren positif.

Sektor non-pertambangan di daerah ini tercatat mengalami pertumbuhan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kutim, Januar Bayu Irawan mengungkapkan, bahwa jika sektor pertambangan dikeluarkan dari perhitungan, maka kinerja ekonomi Kutim sebenarnya menunjukkan peningkatan yang cukup menggembirakan.

“Kalau kita keluarkan sektor pertambangan, justru pertumbuhan ekonomi kita naik. Tahun 2024 itu di angka 8,38 persen, dan tahun 2025 naik menjadi sekitar 11 persen,” ujar Januar, Rabu, 25 Maret 2026.

BACA JUGA: Pertumbuhan Ekonomi Kutim Lesu, Pengamat Ingatkan Jangan Bergantung SDA

BACA JUGA: Kurangi Ketergantungan Tambang, DPRD Kutim Dorong Optimalisasi Pajak Daerah

Ia menjelaskan, kenaikan tersebut menunjukkan bahwa sektor-sektor lain di luar pertambangan mulai berkembang dan memberikan kontribusi nyata terhadap perekonomian daerah.

“Artinya ada kenaikan sekitar 2,5 persen. Ini menunjukkan bahwa upaya pemerintah dalam mendorong sektor non-pertambangan mulai membuahkan hasil,” tambahnya.

Menurutnya, selama ini struktur ekonomi Kutim masih sangat bergantung pada sektor pertambangan. Kondisi tersebut membuat pertumbuhan ekonomi daerah sangat rentan terhadap fluktuasi di sektor tersebut.

“Memang harus kita akui, pertambangan masih mendominasi. Jadi ketika sektor itu sedikit saja turun, dampaknya langsung besar terhadap pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan,” jelasnya.

BACA JUGA: Pertumbuhan Ekonomi Kutim Anjlok ke 1 Persen, DPRD Soroti APBD dan Produksi Tambang

BACA JUGA: BPS Ungkap Penyebab Ekonomi Kutim Melambat di 2025, Tambang Minus 0,99 Persen

Sementara itu, sektor lain justru menunjukkan tren positif. Sektor pertanian tumbuh 9,32 persen dengan kontribusi PDRB 10,96 persen. Industri pengolahan tumbuh 19,12 persen dengan kontribusi 5,81 persen.

Sektor konstruksi tumbuh 7,19 persen dengan kontribusi 5,81 persen, serta sejumlah sektor lain yang juga mengalami peningkatan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: