Data Tak Terpusat, Pemerintah Akui Sulit Lacak Jemaah Umrah Tertahan di Arab Saudi
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kota Bontang, Najmuddin Tamini.-(Disway Kaltim/ Michael)-
BONTANG, NOMORSATUKALTIM – Dampak konflik Iran dan Israel bersama sekutunya Amerika Serikat (AS) turut memengaruhi aktivitas keberangkatan haji dan umrah Indonesia.
Sejumlah jemaah umrah dilaporkan mengalami penundaan kepulangan dan tertahan di Arab Saudi.
Di tengah situasi tersebut, persoalan pendataan menjadi kendala bagi pemerintah di tingkat daerah untuk melacak warganya yang sedang berada di Tanah Suci.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Bontang, Najmuddin Tamini, menyebut hingga kini belum ada laporan resmi terkait warga Bontang yang tertahan di Arab Saudi.
BACA JUGA: Terdampak Perang Iran-Israel, Ribuan Jamaah Umrah Indonesia Tertahan di Arab Saudi
BACA JUGA: 58.873 Jemaah Umrah Indonesia Masih Tertahan di Arab Saudi
Namun, pihaknya mengakui keterbatasan dalam memantau pergerakan jemaah umrah.
"Untuk jamaah umroh, kami belum menerima laporan adanya warga Bontang yang tertahan di Arab Saudi. Nanti kami akan mencoba mencari tahu apakah ada warga Bontang yang saat ini berada di Arab Saudi,” jelasnya saat dihubungi NOMORSATUKALTIM, Senin, 2 Maret 2026.
Ia mengakui, sistem pendataan jemaah umrah berbeda dengan haji yang bersifat kuota nasional dan terpusat.
Umrah lebih fleksibel karena masyarakat dapat mendaftar melalui biro perjalanan di luar daerah, bahkan berangkat secara mandiri.
BACA JUGA: Cuti 2 Pekan, Bupati Kukar Umrah Sambil Cari Inspirasi untuk Pengisian Jabatan Kepala OPD
BACA JUGA: 400 Jamaah Umrah Terlantar di Jeddah: Sebagian dari Pontianak, Jadwal Pemulangan Belum Jelas
“Inilah yang membuat data jemaah umrah sulit dipantau secara menyeluruh. Tidak semua berangkat melalui travel yang terdaftar di Bontang. Ada juga yang berangkat dari luar Bontang. Nah mereka itu yang sulit terpantau oleh kami,” katanya lagi.
Menurutnya, kondisi tersebut membuat pemerintah tingkat daerah kesulitan mengetahui secara pasti jumlah warganya yang sedang berada di Arab Saudi, terutama saat terjadi situasi darurat atau krisis internasional.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
