Jamin Kelancaran Mudik 2026, BBPJN Kaltim Kebut Perbaikan Jalur Kuaro–Penajam
Pemeliharaan jalan ruas Penajam-Kuaro jelang arus mudik Lebaran.-istimewa-
PENAJAM PASER UTARA, NOMORSATUKALTIM - Menjelang arus mudik Lebaran 2026, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Kalimantan Timur (BBPJN Kaltim) melakukan perbaikan infrastruktur.
Fokus utama saat ini diarahkan pada penanganan lubang di ruas vital Kecamatan Kuaro - Kademan, Kabupaten Paser hingga bilangan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) guna menjamin keselamatan dan kenyamanan pemudik.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.3 BBPJN Kaltim, Eko Santoso mengatakan, upaya perbaikan intensif dilakukan pada titik-titik krusial yang dinilai memiliki risiko tinggi terhadap keselamatan berkendara.
Pengerjaan dilakukan pada malam hari. Aktivitas alat berat yang tetap menderu meski di tengah kegelapan malam.
BACA JUGA: Jalur Berau - Kutai Timur Mulai Diperbaiki, Nilai Kontrak Mencapai Sekira Rp203 Miliar
Dokumentasi lapangan memperlihatkan unit tandem roller tengah memadatkan hamparan aspal panas (hotmix) yang masih mengepulkan uap di bawah sorot lampu kerja.
Untuk menjaga kelancaran distribusi logistik, sistem buka-tutup arus lalu lintas diberlakukan secara disiplin oleh petugas di lapangan. Pemilihan waktu kerja di malam hari ini bukan tanpa alasan teknis yang kuat.
"Kami memilih pengerjaan malam hari untuk meminimalisir gangguan lalu lintas bagi masyarakat. Selain itu, suhu lingkungan yang lebih sejuk sangat ideal untuk membantu proses pemadatan aspal agar hasilnya lebih optimal dan memiliki daya tahan yang lebih lama," ucap Eko Santoso, Kamis 26 Februari 2026.
Dia menegaskan, bahwa percepatan ini merupakan bagian dari komitmen BBPJN Kaltim dalam menyambut mobilitas tinggi masyarakat saat Lebaran nanti.
BACA JUGA: Setelah 8 Tahun, Utang Pemkab PPU Rp348 Miliar di PT SMI Akhirnya Lunas
BACA JUGA: Bulog Paser Siapkan 1,5 Ton Beras Murah Operasi Pasar di PPU, Catat Jadwalnya!
Inspeksi rutin dilakukan secara berkelanjutan untuk memastikan tidak ada kerusakan yang terlewat.
“Kami melakukan inspeksi intensif di berbagai titik strategis. Begitu ditemukan lubang yang berpotensi membahayakan, tim langsung bergerak melakukan penanganan cepat. Kami tidak ingin membahayakan keselamatan masyarakat,” tambahnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
