Bankaltimtara

Roti dari UMKM jadi Menu Pengganti MBG selama Ramadan di SPPG Penajam

Roti dari UMKM jadi Menu Pengganti MBG selama Ramadan di SPPG Penajam

Pelajar di PPU menikmati menu MBG di sekolah.-Awal/Nomorsatukaltim-

PENAJAM PASER UTARA, NOMORSATUKALTIM - Pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) tetap berlangsung selama Ramadan 2026.

Namun, pendistribusiannya mengikuti jadwal waktu sekolah, bukan setiap hari. Sementara untuk komposisi menunya tak seperti sebelumnya, seperti nasi dan sayur jadi paling utama.

Kali ini menunya diganti dengan makanan yang dapat dikonsumsi siswa saat berbuka puasa, seperti yang dilakukan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Penajam I, Kabupaten PPU, antara lain roti, susu, buah-buahan dan telur rebus.

Kepala SPPG Penajam I, Endah Purnama mengatakan, program dari pemerintah pusat tersebut tetap berjalan, namun menunya lebih pada makanan kering.

BACA JUGA: Sekda PPU Tegaskan Kemitraan MBG pada Bahan Mentah, Bukan Menu Jadi

BACA JUGA: Antisipasi Keracunan MBG, SPPG Polres PPU Lakukan Rapid Test dan Uji Sampel Setiap Hari

"Kue basah belum berani. Kalau susu sudah produk jadi, kalau roti kita (dari) UMKM," kata Endah, Rabu 18 Februari 2026.

Disinggung perihal melibatkan pihak ketiga dengan adanya kerja sama, yakni dengan pelaku UMKM untuk memasok roti, dia tak menyangkal hal tersebut. "Iya", tambah Endah.

Dengan dipasoknya roti dari UMKM dan membeli produk susu kemasan yang telah jadi, sehingga petugas atau relawan di SPPG Penajam I hanya membuat telur rebus dan memilah buah-buahan sebagai varian menu lain dalam MBG.

Distribusi dilakukan secara serentak mulai 23 Februari mendatang, dengan jadwal pengantaran mulai pukul 07.30 Wita hingga 10.30 Wita.

BACA JUGA: MBG di Paser Tetap Jalan Selama Ramadan, Menunya Diganti Makanan Kering

BACA JUGA: BGN Samarinda Pastikan SOP Ketat Program MBG, Antisipasi Keracunan Seperti di PPU

Pihak SPPG Penajam 1 juga menekankan aspek ramah lingkungan dan kepraktisan dalam pengemasan. "Packing kami menggunakan paper bag (kantong kertas)," ucapnya.

Terkait kemungkinan perubahan skema menjadi menu makanan berat atau menggunakan omprengan, katanya, hal itu masih bersifat fleksibel.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: