Tes HIV Jangkau Pelosok Berau, Terapi Masih Terbatas: Baru 9 Puskesmas Layani Pengobatan
Wasor P2-HIV (Analis Penyakit Menular) Dinkes Berau, Andy Nuriyanto.-(Disway Kaltim/ Azwini)-
BERAU, NOMORSATUKALTIM – Akses pemeriksaan HIV di Kabupaten Berau kini sudah menjangkau wilayah hulu hingga pesisir.
Namun, saat hasil tes menyatakan positif, tidak seluruh fasilitas kesehatan dapat langsung memberikan terapi lanjutan.
Diketahui, dari 21 puskesmas yang tersebar di Berau, baru 9 yang mampu melayani pengobatan HIV.
Selain itu, terapi juga tersedia di rumah sakit rujukan daerah, yakni Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Rivai.
BACA JUGA: 87 Orang Dinyatakan Positif HIV dari 6.800 Warga Berau yang Menjalani Tes Sepanjang 2025
BACA JUGA: Pemprov Kaltim Temukan 1.018 Kasus HIV Sepanjang 2025, Perluas Skrining Hingga 272 Faskes
Wasor P2-HIV (Analis Penyakit Menular), Dinkes Berau, Andy Nuriyanto menjelaskan, keterbatasan tersebut disebabkan belum meratanya tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi khusus.
“Pengobatan HIV itu membutuhkan pelatihan tersendiri. Tidak semua puskesmas sudah memiliki tenaga yang tersertifikasi untuk menangani terapi,” ujar Andy belum lama ini
Meski demikian, dari sisi deteksi dini, Andy memastikan tidak ada lagi wilayah yang sulit mengakses tes.
Layanan skrining, kata dia telah tersedia hingga kampung-kampung terpencil dan kawasan kepulauan.
BACA JUGA: Razia Hotel Melati dan Kos di Tenggarong: 34 Pasangan Tidak Sah Diamankan, 1 Positif HIV
BACA JUGA: Peredaran PSK Kian Tersembunyi, Dinkes Kutim Kesulitan Pantau Penularan HIV/AIDS
“Tes HIV sudah bisa dilakukan di daerah pedalaman maupun pesisir. Dari hulu sampai Maratua dan Biduk-Biduk, masyarakat sudah terlayani,” katanya.
Pemeriksaan HIV, lanjut Andy bahkan menjadi prosedur wajib bagi ibu hamil sebagai upaya pencegahan penularan dari ibu ke anak.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

