Bankaltimtara

Pendidikan Seks Sejak Dini Jadi Kunci Cegah Penyimpangan Seksual Anak

Pendidikan Seks Sejak Dini Jadi Kunci Cegah Penyimpangan Seksual Anak

Pendidikan Seks Sejak Dini Jadi Kunci Cegah Penyimpangan Seksual Anak.-istimewa-

NOMORSATUKALTIM Pakar Andrologi, Seksologi, dan Anti Aging Universitas Udayana, Prof. Dr. dr. Wimpie Pangkahila, Sp.And., Subsp.SAAM, menegaskan pentingnya peran orang tua dalam memberikan pendidikan seksual sejak usia dini kepada anak.

Langkah ini dinilai krusial sebagai upaya pencegahan terhadap potensi penyimpangan perilaku seksual di kemudian hari.

Menurut Prof. Wimpie, keluarga merupakan lingkungan pertama dan utama bagi anak dalam memperoleh pemahaman yang benar tentang tubuh, perkembangan diri, serta relasi sosial.

Peran tersebut semakin penting di tengah derasnya arus informasi di media sosial yang tidak semuanya akurat dan berpotensi menyesatkan.

“Karena itu orang tua jangan meninggalkan anaknya, apalagi kalau setiap hari anak hanya menonton media sosial. Pendidikan seks dalam keluarga sangat perlu, dengan memberikan penjelasan yang benar kepada anak,” ujar Prof. Wimpie, dikutip dari Antara, Minggu 18 Januari 2026.

BACA JUGA:Bahaya Kebiasaan Membunyikan Leher, Dokter Ingatkan Risiko Cedera hingga Stroke

Ia menekankan bahwa pendidikan seksual tidak harus dilakukan secara formal atau kaku, melainkan disesuaikan dengan usia dan tahap perkembangan anak.

Pendekatan sederhana dan alami justru dinilai lebih efektif untuk membangun pemahaman anak tanpa menimbulkan rasa canggung.

Sebagai contoh, orang tua dapat mulai memberikan edukasi seksual sejak anak masih kecil, misalnya saat memandikan anak laki-laki dengan memperhatikan perkembangan organ kelaminnya apakah tumbuh secara normal atau tidak.

Hal ini menurutnya merupakan bagian dari perhatian orang tua terhadap kesehatan reproduksi anak.

Sementara pada anak perempuan, pendidikan seksual bisa dimulai dengan menjawab pertanyaan seputar menstruasi, perubahan fisik seperti munculnya jerawat, atau perubahan tubuh lainnya yang mulai dirasakan anak seiring pertambahan usia.

BACA JUGA:KKP Pastikan Tiga Pegawainya Jadi Korban Kecelakaan Pesawat IAT, Tengah Jalankan Misi Pengawasan Udara

“Dari pengalaman saya, banyak orang tua yang bertanya, misalnya, ‘Kok anak saya ini tidak tumbuh-tumbuh, kok kecil dibandingkan teman-teman seusianya?’. Itu sebenarnya salah satu bentuk pendidikan seksual sederhana yang bisa dilakukan orang tua,” jelasnya.

Lebih lanjut, Prof. Wimpie menjelaskan bahwa orientasi seksual seseorang dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik yang bersifat bawaan sejak lahir maupun yang terbentuk dari lingkungan pergaulan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: