RDMP Balikpapan Perkuat Ketahanan Energi, Ini Pesan dari Akademisi
Peneliti energi sekaligus akademisi STT Migas Balikpapan, Andi Jumardi saat diwawancara.-Salsabila/Disway Kaltim-
BALIKPAPAN, NOMORSATUKALTIM - Peningkatan kapasitas kilang melalui Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan memang memperkuat ketahanan energi nasional.
Namun di balik tambahan pasokan BBM, proyek strategis ini menyisakan pekerjaan rumah serius yakni potensi tekanan lingkungan dan beban sosial bagi masyarakat sekitar kilang.
Peneliti energi sekaligus akademisi STT Migas Balikpapan, Andi Jumardi, menegaskan bahwa RDMP tidak bisa hanya dilihat sebagai keberhasilan teknis dan ekonomi.
Tetapi juga harus diuji dari dampak lanjutan yang ditanggung daerah.
BACA JUGA:RDMP Balikpapan Akhirnya Diresmikan, Pemerintah Siap Setop Impor Solar Tahun Ini
"RDMP jelas menambah availability BBM nasional. Kapasitas kilang naik dari sekitar 260 ribu menjadi 360 ribu barel per hari. Itu signifikan."
"Tapi setiap peningkatan kapasitas selalu berbanding lurus dengan konsekuensi lingkungan dan sosial," kata Andi, pada Kamis (15/1/2026).
Secara nasional, Andi menyebut konsumsi BBM Indonesia mencapai sekitar 1,6 juta barel per hari, sementara kapasitas kilang sebelum RDMP masih berkisar 1-1,1 juta barel per hari.
Dalam konteks itu, jelasnya, RDMP Balikpapan dinilai menutup sebagian celah kebutuhan domestik.
Namun, ia mengingatkan bahwa peningkatan volume pengolahan minyak mentah berpotensi meningkatkan emisi dan limbah.
Meskipun kilang baru telah menggunakan teknologi standar Euro 5 dengan kandungan sulfur lebih rendah.
BACA JUGA:PPU Ambil Peran Vital dalam Swasembada Energi Lewat Proyek RDMP Balikpapan
"Teknologinya memang lebih bersih, tapi volumenya juga jauh lebih besar. Secara akumulatif, emisi tetap bertambah. Ini yang harus diawasi ketat, jangan sampai dampaknya baru terasa ketika sudah menumpuk," ujarnya.
Penetapan Balikpapan sebagai simpul utama pengolahan energi nasional juga membuat kota ini memikul beban strategis.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

