Bagaimana Memulai Usaha Peternakan Ayam? Begini Kisah Andi Saputra Merintis Bisnis
Andi Saputra di peternakan ayam miliknya.-istimewa-
SAMARINDA, NOMORSATUKALTIM - Bisnis peternakan ayam ternyata masih menjanjikan. Tingginya konsumsi daging ayam, membuat usaha ini tetap hidup.
Andi Saputra (26), atau bisa dipanggil Andi PE bercerita seluk beluk bisnis peternakan ayam. Katanya kebutuhan ayam di Samarinda mencapai sekitar 60.000 hingga 66.000 ekor per hari. Distribusi ayamnya juga melayani berbagai daerah seperti Balikpapan, Bontang, Melak, Tenggarong, Sangatta dan Berau.
Katanya, sentra peternakan ayam di Kaltim berada di Tenggarong, Samarinda dan Bontang. Dari wilayah-wilayah tersebut, distribusi ayam kemudian menyebar ke berbagai kota dan kabupaten lain untuk memenuhi kebutuhan pasar.
BACA JUGA:Pengusaha Ini Pilih Layanan Digital BRI karena Mudahkan Transaksi Pelanggan
Andi pun bercerita, mulai merintis usaha peternakan ayam potong sejak 2021. Dimulai dari skala kecil dengan kandang tradisional atau open house. Seiring waktu dan bertambahnya pengalaman, ia beralih ke sistem kandang modern closed house.
"Awalnya dari kecil, satu kandang, dua kandang. Sambil jalan, sambil belajar sistem peternakan ayam," ujarnya.
Saat ini, Andi mengelola peternakan ayam di tiga lokasi berbeda. Yakni di Kecamatan Sebulu, Tenggarong, dan Loa Janan tepatnya di Desa Batuah dan kawasan Berambai.
Di ketiga lokasi tersebut, ia mengombinasikan penggunaan kandang tradisional dan kandang modern.
Adapun, total kapasitas ayam yang dikelola saat ini mencapai sekitar 30.000 ekor. Meski jumlah tersebut masih tergolong menengah dibandingkan peternak besar yang mampu menampung hingga ratusan ribu ekor ayam.
BACA JUGA:Berawal dari Pandemi, Pasutri Balikapapan Ini Mulai Merintis Bisnis Kuliner Boxku Food
"Kami masih tahap merintis. Tidak besar, tapi cukup dan berjalan," katanya seraya bersyukur.
Omzet yang dapat diperoleh dari satu lokasi kandang, berkisar antara Rp 70 juta hingga Rp 100 juta per periode panen. Namun Andi menegaskan bahwa omzet tersebut tidak tetap. Karena usaha peternakan ayam sangat bergantung pada kondisi makhluk hidup.
"Namanya ternak, fluktuatif. Ada masa bagus, ada masa sulit."
Ia mengaku tidak memulai usaha dengan modal besar. Tahap awal merintis, ia menjalankan usaha dengan skema kemitraan menggunakan modal investor dengan sistem bagi hasil 50:50.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

