Longsor di Gosi Siluq Ngurai, Jalan Nasional Ditutup Total, Arus Lalin Dialihkan
Kondisi badan jalan nasional yang berlubang besar (amblas) di wilayah Gosi, Kecamatan Siluq Ngurai, Kabupaten Kutai Barat (Kubar).-(Foto/ Istimewa)-
KUTAI BARAT, NOMORSATUKALTIM – Tanah longsor kembali terjadi di Kecamatan Siluq Ngurai, Kabupaten Kutai Barat (Kubar), tepatnya di wilayah Gosi.
Peristiwa ini mengakibatkan badan jalan berlubang besar hingga tidak aman dilalui kendaraan.
Pemerintah kecamatan memastikan jalan tersebut untuk sementara waktu harus ditutup total demi keselamatan pengguna jalan.
Camat Siluq Ngurai, Bartolomius Djukuw, menjelaskan bahwa longsor dipicu oleh meluapnya kolam eks tambang yang berada di sebelah kanan arah Samarinda.
BACA JUGA: Longsor Susulan di Km 28 Balikpapan–Loa Janan, BBPJN Janjikan Penanganan Jalan Permanen
BACA JUGA: Longsor Paling Dominan, BPBD Samarinda Catat 318 Bencana Sepanjang 2025
Luapan air tersebut menyebabkan aliran tidak berjalan sebagaimana mestinya, diperparah dengan kondisi saluran air yang mengalami kebuntuhan sehingga debit air meningkat tajam.
“Kalau kita melihat kondisi di lapangan, seharusnya sejak awal dibuat gorong-gorong saat Gunung Bayan masih beroperasi. Tapi karena tidak ada, ditambah kolam eks tambang yang meluap, air tidak bisa mengalir dengan baik. Akibatnya terjadi kebuntuhan dan longsor seperti sekarang ini,” ujar Bartolomius saat dikonfirmasi NOMORSATUKALTIM, Senin (29/12/2025).
Ia menjelaskan, struktur tanah di bagian bawah badan jalan saat ini sudah tidak memiliki penyangga.
Kondisi tersebut membuat jalan berada dalam posisi sangat rawan dan berpotensi mengalami longsor susulan jika tetap dilalui kendaraan, khususnya kendaraan bertonase besar.
BACA JUGA: Pemkab Kukar Perketat Mitigasi Bencana Akhir Tahun, Banjir dan Longsor Paling Diwaspadai
BACA JUGA: Setelah Sumatera, Balikpapan Waspada Banjir dan Longsor, Begini Strategi BPBD
“Di bawah ini sudah tidak ada tanah, kosong. Penyangganya sudah tidak ada. Kalau tidak segera ditangani, kemungkinan besar longsor akan bertambah parah,” katanya.
Sebagai langkah darurat, pemerintah kecamatan bersama pihak terkait melakukan pengalihan arus lalu lintas (lalin). Kendaraan dari arah Samarinda sementara diarahkan melalui jalur Brigit tembus ke Simpang Manis.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

