Antisipasi Terjadi Banjir Susulan, Polsek Muara Bengkal Perketat Pemantauan Debit Air
Personel Polsek Muara Bengkal memantau debit air sungai untuk mengantisipasi potensi banjir.-istimewa-
KUTIM, NOMORSATUKALTIM - Polsek Muara Bengkal memperketat pemantauan debit air sungai sebagai langkah antisipasi potensi banjir susulan.
Hal ini dilakukan akibat tingginya curah hujan dalam beberapa hari terakhir, di wilayah Kecamatan Muara Bengkal.
Pemantauan intensif dilakukan menyusul meningkatnya debit air sungai yang sempat menimbulkan kekhawatiran warga, terutama mereka yang bermukim di bantaran sungai Desa Muara Bengkal Ilir dan Desa Muara Bengkal Ulu.
Personel Polsek Muara Bengkal melalui Regu Jaga III turun langsung ke lapangan untuk mengecek kondisi terkini di sejumlah titik rawan banjir.
BACA JUGA:Truk Bermuatan Terbuka Masih Melintas di Jalan Umum, Dishub Kutim Akan Berkoordinasi Lintas Sektor
Hasil pengecekan di lapangan menunjukkan bahwa debit air sungai berangsur mulai mengalami penyurutan.
Meski demikian, kepolisian menilai kondisi cuaca yang masih tidak menentu memerlukan kewaspadaan ekstra.
Kapolres Kutai Timur, AKBP Fauzan Arianto, menegaskan bahwa jajaran kepolisian tidak boleh lengah meskipun kondisi air terpantau relatif aman.
BACA JUGA:Wabup Mahyunadi Bersama Forkopimda Pastikan Ibadah Natal di Kutim Aman dan Tertib
Menurutnya, potensi banjir masih bisa terjadi akibat hujan berintensitas tinggi maupun air kiriman dari wilayah hulu.
“Kami telah menginstruksikan seluruh Polsek untuk terus melakukan pemantauan, terutama di wilayah rawan banjir. Walaupun saat ini debit air mulai surut, kewaspadaan harus tetap dijaga,” ujar Fauzan, Jumat 26 Desember 2025.
BACA JUGA:Truk Bermuatan Berlebih Mengancam, Pemkab Kutim Ajukan Lokasi Pembangunan Jembatan Timbang
Ia menambahkan, langkah cepat dan koordinasi lintas sektor menjadi kunci dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi yang kerap terjadi di akhir tahun.
Sementara itu, Kapolsek Muara Bengkal, AKP Rahmat Hartoyo, membenarkan adanya peningkatan debit air sungai dalam beberapa hari terakhir. Namun, berdasarkan laporan anggotanya di lapangan, kondisi saat ini masih terkendali.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

