Belum Ada Dapur MBG di Samarinda yang Kantongi Sertifikat Laik Higienis
Dapur MBG yang berada di Kecamatan Samarinda Ulu.-Rahmat-Disway Kaltim
SAMARINDA, NOMORSATUKALTIM — Meski Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Samarinda telah berjalan, seluruh dapur penyedia makanan bagi pelajar penerima manfaat belum ada yang mengantongi Sertifikat Laik Higienis dan Sanitasi (SLHS).
Kondisi ini menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Samarinda, pemerintah kini mempercepat proses sertifikasi guna memastikan seluruh penyedia makanan memenuhi standar keamanan pangan sesuai ketentuan pemerintah pusat.
Kepala Dinas Kesehatan Samarinda, Ismed Kusasih, menegaskan bahwa kepemilikan SLHS menjadi syarat wajib bagi setiap Satuan Penyedia Pangan Gizi (SPPG).
Sertifikat tersebut menjadi bukti bahwa dapur penyedia makanan telah memenuhi aspek kebersihan, kelayakan, dan keamanan dalam proses pengolahan.
“Ada instruksi dari pusat bahwa semua SPPG harus memiliki SLHS. Di Samarinda, ada 13 SPPG yang saat ini sedang dalam proses pengurusan. Salah satu syaratnya, mereka harus mengikuti pelatihan keamanan pangan,” ujar Ismed saat dihubungi Nomorsatukaltim pada Kamis 8 Oktober 2025.
Menurut Ismed, hingga kini Dinkes Samarinda telah memberikan pelatihan kepada sekitar 300 hingga 400 penjamah makanan dari berbagai dapur penyedia MBG.
Pelatihan tersebut mencakup tata cara pengolahan makanan, kebersihan alat masak, hingga pemeriksaan kesehatan bagi para relawan atau pekerja.
“Relawan yang menangani makanan wajib diperiksa kesehatannya. Tidak boleh ada yang mengidap penyakit menular seperti hepatitis A atau TBC,” tegasnya.
BACA JUGA:SMAN 10 Samarinda Resmi Jadi Sekolah Garuda, Siswa Ditarget Tembus Universitas Terbaik Dunia
Proses penerbitan SLHS diperkirakan memakan waktu hingga dua minggu sejak seluruh persyaratan dinyatakan lengkap.
Selain pelatihan keamanan pangan, tim Dinkes juga melakukan Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL) yang meliputi pemeriksaan kualitas air, kebersihan dapur, serta kelayakan fasilitas sanitasi.
“Kalau semua syarat sudah terpenuhi, dua minggu bisa selesai. Kami targetkan seluruh dapur MBG sudah bersertifikat paling lambat akhir Oktober,” ujarnya.
Dari 13 dapur penyedia MBG yang beroperasi di Samarinda, sejauh ini belum ada yang dinyatakan lulus sertifikasi.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

