Waspadai Cuaca Ekstrem, Puncak Musim Hujan di Kaltim Diprediksi Desember 2025
Hujan mengguyur Kota Balikpapan, Selasa 30 September 2025.-Chandra/ Nomorsatukaltim-
BALIKPAPAN, NOMORSATUKALTIM - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat Kalimantan Timur untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi ancaman cuaca ekstrem menyusul prediksi musim hujan 2025/2026 yang diperkirakan berlangsung lebih panjang dari biasanya.
Kepala BMKG Stasiun Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan, Kukuh Ribudiyanto menyampaikan, bahwa analisis iklim menunjukkan tahun ini tergolong tahun basah.
Kondisi tersebut berpotensi memicu peningkatan intensitas hujan lebat yang akan berlangsung hingga Januari 2026, bahkan di beberapa wilayah puncaknya baru akan terjadi April 2026.
“Curah hujan yang lebih tinggi dari rata-rata menandakan risiko bencana hidrometeorologi seperti banjir bandang, genangan, dan longsor bisa meningkat. Karena itu masyarakat harus lebih siap menghadapi perubahan pola cuaca tahun ini,” tegas Kukuh, Rabu 1 Oktober 2025.
BACA JUGA: Ramalan Cuaca Kaltim dan IKN, 1 Oktober 2025, Cek di Sini!
BACA JUGA: Warning, Populasi Pesut Mahakam Terus Menyusut, RASI Sebut 4 Hal Ini Jadi Pemicu Utama
BMKG mencatat, sebagian wilayah Kalimantan Timur hampir tidak merasakan kemarau sepanjang tahun ini. Wilayah seperti Berau, Kutai Timur bagian timur, Kutai Barat, Mahakam Ulu, dan sebagian besar Kutai Kartanegara tercatat tetap dalam kondisi basah.
Sementara daerah seperti PPU, Balikpapan, dan Kutai Kartanegara bagian selatan telah lebih dulu memasuki musim hujan sejak akhir Agustus.
Di wilayah lain seperti Kutai Kartanegara bagian tengah dan sebagian kecil Kutai Timur bagian tengah, hujan baru mulai turun pada awal Oktober. Menurut Kukuh, puncak musim hujan di sebagian besar wilayah Kaltim diperkirakan terjadi pada Desember 2025 hingga Januari 2026, sementara PPU dan Kukar selatan akan mengalaminya pada April 2026.
Dalam surat resmi BMKG pusat bernomor e.T/KL.00.02/003/KB/IX/2025 tertanggal 24 September 2025 disebutkan bahwa awal musim hujan di sebagian besar wilayah Indonesia terjadi lebih cepat dari rata-rata klimatologis 30 tahun terakhir.
BACA JUGA: Hujan Deras Sebabkan Banjir di Bontang, Warga Terpaksa Tidur di Kantor Kelurahan
BACA JUGA: Warga Balikpapan Terdampak Proyek Tol IKN Terkendala KPR, DPR Minta Solusi Konkret
Fenomena ini dipicu oleh suhu muka laut yang lebih hangat dari normal serta Indian Ocean Dipole (IOD) negatif yang membawa tambahan uap air dari Samudra Hindia.
BMKG memperingatkan bahwa periode hujan kali ini akan berlangsung lebih panjang, terutama pada November–Desember 2025 dan berlanjut di beberapa daerah hingga Februari 2026.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
