Hujan Deras Sebabkan Banjir di Bontang, Warga Terpaksa Tidur di Kantor Kelurahan
Petugas BPBD Bontang mengevakuasi warga menggunakan perahu karet akibat banjir.-Michael Fredy Y/Nomorsatukaltim-
BONTANG, NOMORSATUKALTIM - Banjir masih menghantui masyarakat Bontang, utamanya mereka yang tinggal di daerah rawan terendam, salah satunya di Kelurahan Gunung Elai, Kecamatan Bontang Utara.
Banjir yang melanda Kawasan itu membuat satu persatu warga mulai mengungsi kekantor kelurahan atau rumah tetangga yang tidak terkena banjir.
Salah satu warga Kelurahan Gunung Elai, Ardianto Bersama istri dan anaknya tidur di kantor Kelurahan Gunung Elai karena rumahnya sudah tidak mungkin lagi ditempati.
Pasalnya, ketinggian air di rumah Ardianto sudah mencapai paha orang dewasa. Alhasil, semua barang miliknya termasuk kasur sudah terendam banjir.
BACA JUGA: Banjir Lumpuhkan Aktivitas Sekolah di Mahulu, Wilayah Matalibaq Paling Parah
“Di jalan saja ketinggian air sudah selutut orang dewasa. Nah, rumah saya lebih rendah dari jalan. Jadi kami malam ini tidur di kantor kelurahan,” kata Ardianto saat ditemui di sekitar rumahnya, Selasa 16 September 2025.
Ia menjelaskan, banjir di daerahnya mulai terjadi sejak pagi tadi. Akibat hujan deras yang melanda Kota Taman semalaman.
Hanya saja, saat itu debit air tidak terlalu tinggi. Tetapi, kondisi semakin diperparah dengan hujan deras yang terjadi siang tadi. Debit air naik signifikan.
“Belum juga surut, malah hujan lagi. Tambah tinggi airnya. Ini saya lihat kondisi sudah mendung. Kalau hujan lagi, pasti tenggelam rumah kami. Tapi tergantung juga kalau di daerah tambang ini. Di sana hujan atau tidak. Kalau di sana hujan deras juga, kita selesai juga,” terangnya.
BACA JUGA: Sungai Mahakam Meluap, Permukiman Warga Tering di Kubar Terendam Banjir
Setidaknya, ada 15 pintu di barak tempat ia tinggal yang mengungsi di kantor kelurahan. Barakan itu terbuat dari kayu. Lokasinya sangat rendah dari jalan utama di depan rumah barakan itu.
“Setidaknya ada 15 pintu. Jumlah jiwa yang tinggal berbeda-beda. Ada yang lima orang. Ada juga yang tiga orang,” ungkapnya.
Itu baru korban yang tinggal di sekitar rumah Ardianto. Korban terdampak banjir lainnya masih ada yang tinggal tak jauh dari rumah barakan tersebut.
Kondisi banjir juga lebih dalam dari rumah barakan tadi. Ada yang sampai di pinggang orang dewasa. Belum lagi diperparah dengan arus banjir yang cukup kuat.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
