Soal Transportasi Massal, Pengamat MTI Desak Walikota Samarinda Berani Memulai
ILUSTRASI - Transportasi massal berbasis jalan seperti bus kota, dinilai merupakan solusi paling realistis untuk Kota Samarinda.-(Disway Kaltim/ Rahmat)-
SAMARINDA, NOMORSATUKALTIM — Moda transportasi masal berbasis jalan seperti bus kota, merupakan solusi paling realistis untuk mengatasi sejumlah persoalan lalu lintas di Kota Samarinda.
Hal ini disampaikan oleh Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Kaltim, sekaligus pengamat transportasi dari Fakultas Teknik Universitas Mulawarman (Unmul), Tiopan Henry Manto Gultom.
“Kalau bicara yang paling cepat dan mudah, ya transportasi berbasis jalan seperti bus. Itu yang paling masuk akal untuk segera diterapkan,” kata Tiopan saat diwawancarai NOMORSATUKALTIM, Kamis, 31 Juli 2025.
Menurutnya, moda berbasis rel bisa saja menjadi pilihan di masa depan, tetapi membutuhkan waktu, perencanaan, dan anggaran yang jauh lebih besar.
BACA JUGA: Pemkot Samarinda Tunda Implementasi Bus Skema BTS, Ini Alasan Andi Harun
BACA JUGA: Menjelajah Kota dengan BCT di Hari Kerja, Sunyi dan Damai di Jalanan
Ia menambahkan bahwa kondisi jalan di Samarinda yang sempit bukanlah hal baru, dan tidak seharusnya menjadi penghalang utama bagi pengembangan angkutan umum.
“Kota kita memang sejak awal tidak dirancang sebagai kota metropolitan. Tapi bukan berarti tidak bisa ada transportasi massal. Bandung juga sempit, tapi bisa,” ujarnya.
Menurut Tiopan, kunci utama adalah pemilihan moda transportasi yang sesuai dengan karakteristik kota.
Kendaraan kecil atau menengah bisa menjadi alternatif agar tetap bisa melaju di ruas jalan yang terbatas.
BACA JUGA: BCT Tetap Gratis, Pemkot Balikpapan Masih Atur Skema Pengelolaan
BACA JUGA: Pengalaman Naik BCT ke Terminal Batu Ampar, Ongkos Rp 0, Sopir Ramah, Fasilitas Full AC
Selain pemilihan moda, penataan ulang arus lalu lintas juga dinilai penting.
Ia menyarankan agar jalan-jalan tertentu yang saat ini dua arah bisa diubah menjadi satu arah untuk mendukung kelancaran angkutan umum.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

