Dispora Kaltim Gandeng 300 Pemuda Berau, Perkuat Organisasi Sosial dan Moderasi Beragama
Dispora Kaltim adakan sosialisasi kepada 300 pemuda di Aula Balai Mufakat, Jalan Milono, Berau.-Azwini/Disway Kaltim-
BERAU, NOMORSATUKALTIM - Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim menggelar sosialisasi kepada 300 pemuda usia 16-30 tahun dari berbagai organisasi kepemudaan.
Sosialiasi digelar dua hari sejak 9–10 Juli 2025, di Aula Balai Mufakat, Jalan Milono, Berau.
Kegiatan ini mengangkat tema "Sosialisasi Penguatan Organisasi Sosial Kemasyarakatan Pemuda dan Moderasi Beragama".
Kegiatan ini merupakan pembinaan berkelanjutan dalam memperkuat kelembagaan organisasi pemuda, sekaligus menanamkan nilai-nilai toleransi dan semangat kebangsaan di tengah keberagaman sosial masyarakat Berau.
Pembukaan kegiatan berlangsung meriah dan dibagi dalam dua sesi utama. Hari pertama diikuti 175 peserta dengan fokus pada penguatan organisasi, menghadirkan narasumber dari Dinas Sosial Berau.
BACA JUGA:Rumah Sakit Baru di Berau Ditargetkan Mulai Beroperasi Tahun Depan
Hari kedua diikuti 125 peserta dengan materi moderasi beragama yang disampaikan oleh pemateri dari Badan Kesbangpol Berau, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), serta Kementerian Agama Berau.
Analis Kebijakan Ahli Muda Dispora Kaltim, Hasbar Mara, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar rutinitas. Melainkan bagian dari strategi pembinaan jangka panjang.
Ia mendorong organisasi-organisasi kepemudaan menjadi ruang belajar yang aktif dan inklusif.
“Kegiatan ini lanjutan dari program dua tahun terakhir. Kami ingin pemuda kembali menjadikan organisasi sebagai ruang bertumbuh, belajar memimpin, dan memberi kontribusi nyata,” ujarnya.
Ia menambahkan, organisasi tidak hanya berfungsi sebagai tempat berkumpul.
Melainkan ruang latihan mental, kepempimpinan, serta kecakapan sosial.
BACA JUGA:Stok BBM Bersubsidi di Maratua Hanya Tahan 3 Hari Setelah Pengiriman, Camat Usul Tambah SPBU
Di dalamnya, pemuda dilatih berkomunikasi, menyelesaikan masalah, dan bekerja sesra kolektif, kemampuan yang kerap tak diajarka di pendidikan formal.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

