Bankaltimtara

Rembuk Utama PEDA XI Petani dan Nelayan di Kutai Barat Resmi Ditutup

Rembuk Utama PEDA XI Petani dan Nelayan di Kutai Barat Resmi Ditutup

Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Asisten II) Sekretariat Daerah Kutai Barat, Rakhmat (dua dari kanan), bersama perwakilan Dinas Pertanian dan Perikanan Provinsi Kalimantan Timur serta pemangku kepentingan lainnya saat penutupan Rembuk Utama PEDA XI P-Eventius Suparno-nomorsatukaltim.disway.id

KUBAR, NOMORSATUKALTIMRangkaian kegiatan Rembuk Utama Pekan Daerah (PEDA) XI Petani dan Nelayan Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2025 yang diselenggarakan di Kabupaten Kutai Barat resmi ditutup pada Jumat (20/07/2025). 

Penutupan berlangsung di ruang rapat Kantor Bappelitbangda Kutai Barat, dengan dihadiri Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Asisten II) Sekretariat Daerah Kutai Barat, Rakhmat, perwakilan dari Dinas Pertanian dan Perikanan Provinsi Kalimantan Timur, serta sejumlah pemangku kepentingan terkait.

Acara penutupan ini menandai berakhirnya seluruh rangkaian forum rembuk utama yang selama beberapa hari telah menjadi ruang diskusi, tukar gagasan, dan perumusan strategi untuk memajukan sektor pertanian dan perikanan di Kalimantan Timur. 

Kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam rangkaian Pekan Daerah (PEDA) XI Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) yang tahun ini dipusatkan di Kutai Barat.

BACA JUGA: PEDA XI KTNA Kaltim 2025 Resmi Dibuka di Kutai Barat

Dalam sambutan Bupati Kutai Barat yang dibacakan oleh Asisten II Rakhmat, disampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi aktif selama kegiatan berlangsung. 

Bupati menyebut bahwa rembuk utama KTNA 2025 telah memberikan banyak masukan, rekomendasi, dan strategi baru yang inovatif demi mendorong kemajuan sektor pertanian dan perikanan di tingkat daerah maupun nasional.

“Ini adalah bukti nyata komitmen dan dedikasi kita bersama untuk mewujudkan kedaulatan pangan serta meningkatkan kesejahteraan petani dan nelayan. Tentu saja kita sependapat bahwa pelaksanaan rembuk utama KTNA bukan sekadar kegiatan tahunan, melainkan momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, petani, nelayan, dan seluruh pemangku kepentingan,” ujar Rakhmat membacakan sambutan Bupati.

Lebih lanjut, Rakhmat menekankan bahwa forum rembuk utama tahun ini telah membahas berbagai persoalan mendasar yang dihadapi sektor pertanian dan perikanan. Mulai dari tantangan perubahan iklim, alih fungsi lahan, keterbatasan sarana dan prasarana, hingga persoalan akses pasar bagi produk petani dan nelayan menjadi topik penting dalam setiap sesi diskusi dan pemaparan.

BACA JUGA: IBI Kubar Gelar Fun Walk, Kampanye Cegah Stunting dan Dukung Indonesia Emas 2045

“Setiap sesi pemaparan dan diskusi selama kegiatan ini telah berusaha membahas secara tuntas berbagai persoalan yang dihadapi sektor pertanian dan perikanan. Kami menyadari bahwa tantangan-tantangan tersebut tidak mudah diatasi, namun saya percaya dengan semangat kebersamaan dan kerja keras, kita mampu menghadapi dan mengatasinya,” katanya.

Rakhmat juga menyoroti peran strategis KTNA sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan pertanian dan perikanan. Menurutnya, keberadaan KTNA sangat vital dalam menghubungkan kebijakan pemerintah dengan kebutuhan dan aspirasi para petani dan nelayan di lapangan. 

Ia mengajak seluruh peserta rembuk untuk terus menjaga semangat kolaborasi dan komunikasi yang telah terjalin selama forum berlangsung.

“Keberadaan KTNA sebagai mitra strategis pemerintah menjadi sangat penting. Forum ini telah menjadi wadah yang tepat untuk menyusun langkah-langkah konkret dalam mendukung program kedaulatan pangan, peningkatan produktivitas, dan kesejahteraan petani serta nelayan. Jangan biarkan hasil-hasil rembuk utama ini hanya berhenti sebagai dokumen, tetapi mari kita kawal bersama hingga dapat diimplementasikan,” tegas Rakhmat.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: