Bankaltimtara

Taman Ini Tak Butuh Listrik PLN! Samarinda Luncurkan Ruang Publik Ramah Iklim

Taman Ini Tak Butuh Listrik PLN! Samarinda Luncurkan Ruang Publik Ramah Iklim

Penggunaan 100 persen energi hijau melalui panel surya dan turbin angin, diterapkan di Taman Para'an, ruang publik terbaru untuk warga Kota Samarinda, Kalimantan Timur.-(Disway Kaltim/ Mayang)-

SAMARINDA, NOMORSATUKALTIM – Kota Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) mengambil langkah progresif dalam pengembangan energi terbarukan melalui peluncuran Taman Para’an. 

Taman Para'an merupakan ruang publik pertama di Kota Samarinda yang sepenuhnya mandiri energi dan berketahanan iklim. 

Terletak di samping Jembatan Nibung, kawasan Pasar Segiri, taman ini tak mengandalkan sambungan listrik dari PLN.

Semua kebutuhan energinya dipasok oleh panel surya dan turbin angin.

BACA JUGA: Mengandung Gelatin Babi, Ribuan Produk Permen Dimusnahkan di Samarinda

BACA JUGA: Kapolri Resmikan Pembangunan Asrama Polisi Samarinda

Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menyebut proyek ini sebagai simbol komitmen pemerintah dalam mendukung solusi hijau dan berkelanjutan. 

Dengan kapasitas daya 5.000 Watt dari panel surya yang dipadukan dengan turbin angin, taman ini menjadi ruang publik yang sepenuhnya terlepas dari ketergantungan pada energi fosil.

"Ini semua dari hasil solar panel, bertenaga 5000 Watt. Itu juga ada turbin di atas. Jadi, kita tidak gengsi untuk belajar. Sistem energi di taman ini sepenuhnya terlepas dari PLN. Ini jadi langkah awal menuju kemandirian energi di ruang publik kita," tegas Andi Harun saat peresmian, Senin (19/5/2025).

Lebih dari sekadar efisiensi energi, Andi juga menekankan pentingnya partisipasi warga sejak tahap perencanaan hingga fungsi ruang. 

BACA JUGA: Pemkot Samarinda Siapkan Status Tanggap Darurat Bencana, Permudah Perbaikan Jalan HAM Rifaddin

BACA JUGA: 5 Sekolah Rakyat Dibangun di Kaltim Tahun Ini, Kelayakan Bangunan Ditentukan Kementerian PU

Ia menyebut Taman Para’an sebagai pilot project yang melibatkan masyarakat dalam proses desain serta penentuan fungsi ruang, seperti area ekonomi, olahraga, edukasi, dan sosial.

"Ya ini salah satu pelopor yang bisa menjadi pilot project atau contoh bagi daerah-daerah lain. Bahwa ruang publik itu begitu penting dalam sebuah kota, sebuah daerah. Sejak awal prosesnya mengajarkan kepada kita bagaimana pelibatan masyarakat yang baik dalam pembangunan," jelasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait