Bankaltimtara

Pemkab PPU Dorong Transformasi Kesehatan lewat Pelayanan Digital

Pemkab PPU Dorong Transformasi Kesehatan lewat Pelayanan Digital

Ariyani, kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan PPU.-ist--


Banner PPU 2025--

PENAJAM, NOMORSATUKALTIM – Dalam momentum pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara yang kian pesat, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) turut bergerak cepat menyesuaikan arah kebijakan sektor kesehatan.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan PPU, Ariyani, menjadi figur sentral dalam penguatan program layanan kesehatan berbasis preventif dan digital.

Melalui konferensi pers yang digelar awal April 2025, Ariyani memaparkan berbagai program strategis yang akan menjadi tulang punggung transformasi sistem kesehatan daerah.

Pemeriksaan Kesehatan Gratis Menjangkau Pelajar dan Warga

Sebagai bentuk upaya deteksi dini dan peningkatan kualitas hidup masyarakat, Dinas Kesehatan PPU resmi meluncurkan kembali Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG). Program ini menyasar dua kelompok utama: pelajar dan masyarakat umum, dengan pendekatan layanan langsung dan berbasis data digital.

Mulai Juli 2025, sebanyak 165 sekolah di seluruh wilayah PPU akan dijangkau oleh program pemeriksaan rutin yang dilaksanakan langsung oleh petugas puskesmas. Pemeriksaan meliputi tekanan darah, gula darah, kolesterol, dan skrining kesehatan lainnya.

“Kami ingin memastikan anak-anak kita mendapatkan perlindungan kesehatan sejak dini. Mereka adalah generasi yang akan mengisi masa depan IKN,” jelas Ariyani.

Siswa yang terindikasi memiliki gangguan kesehatan serius akan langsung dirujuk ke rumah sakit mitra untuk ditangani lebih lanjut. Ariyani menegaskan bahwa sistem ini akan dijalankan secara terstruktur, melibatkan tim medis, sekolah, dan orang tua.

Inovasi Layanan melalui Aplikasi SatuSehat

Tidak hanya menjangkau pelajar, Ariyani juga memperkenalkan inovasi layanan kesehatan untuk seluruh masyarakat PPU melalui aplikasi SatuSehat. Melalui aplikasi ini, warga dapat mendaftar untuk pemeriksaan gratis yang dijadwalkan pada hari ulang tahun mereka.

Aplikasi SatuSehat memberikan kemudahan dalam pendaftaran dan pengelolaan data kesehatan warga. Sistem informasi kesehatan yang terintegrasi ini mendukung pencatatan riwayat medis, hasil pemeriksaan hingga pengingat layanan berkala.
Dengan sistem yang real-time dan berbasis teknologi, pelayanan kesehatan menjadi lebih efisien, cepat, dan minim antrian.

“Kami sedang membangun model layanan kesehatan yang ramah teknologi dan adaptif terhadap perkembangan zaman,” tutur Ariyani.

Kolaborasi dan Tantangan Implementasi

Kesuksesan transformasi layanan kesehatan ini tentu tak lepas dari sinergi berbagai pihak. Ariyani menyebut perlunya kolaborasi antara pemerintah daerah, sekolah, fasilitas kesehatan, dan masyarakat.

Namun, ia tak menutup mata terhadap sejumlah tantangan. Di antaranya adalah: Kurangnya Kesadaran Masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan preventif; Keterbatasan sumber daya kesehatan di beberapa wilayah terpencil; Serta perlunya edukasi berkelanjutan agar teknologi kesehatan digital bisa dimanfaatkan secara optimal.

Harapan Menuju Pelayanan Kesehatan Modern dan Inklusif

Ariyani menyampaikan harapan besar dari program ini agar masyarakat PPU dapat beralih dari pola pikir pengobatan reaktif ke paradigma preventif dan promotif.

“Melalui sinergi digital dan pemeriksaan gratis yang menjangkau hingga sekolah dan pelosok desa, kami ingin membangun sistem kesehatan yang proaktif dan adil bagi semua. Ini bukan hanya tentang pelayanan, tapi tentang melindungi masa depan masyarakat PPU,” ungkapnya.

Dengan langkah-langkah strategis ini, Dinas Kesehatan PPU bertekad membangun sistem kesehatan yang modern, inklusif, dan berkelanjutan, sejalan dengan peran vital PPU sebagai wilayah penyangga IKN Nusantara.

Program yang dipimpin Ariyani ini menjadi cerminan visi daerah dalam menempatkan kesehatan sebagai fondasi utama pembangunan manusia. (*)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait