Pemkot Bontang Ragukan Data BPS Kaltim, Sebut Pengangguran Justru Menurun
Ilustrasi kemiskinan.-(Ilustrasi/ Istimewa)-
Data yang keliru, katanya, dapat membuat pemerintah salah sasaran dalam merancang program dan anggaran.
Agus Haris juga menyoroti peran Balai Latihan Kerja (BLK) yang setiap tahun menjalankan berbagai program pelatihan dan peningkatan kompetensi.
Jika angka pengangguran tetap tinggi, menurutnya, hal itu menjadi sinyal kuat adanya ketidaksinkronan antara pelatihan yang diberikan dengan kebutuhan nyata dunia industri.
“Kalau pengangguran masih terus tinggi, berarti program kita tidak terkoneksi. Industri besar seharusnya mampu mengangkat ekonomi masyarakat kecil, bukan berjalan sendiri,” jelas politisi partai Gerindra tersebut.
BACA JUGA:Pemkot Bontang Bersih-Bersih, Cabut Sejumlah Baliho di Pinggir Jalan
Ia pun mengingatkan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) agar tidak sekadar mengulang narasi lama tentang tingginya pengangguran, melainkan aktif melakukan kajian, pemantauan potensi, dan pembaruan data secara berkelanjutan.
Terlebih, dokumen perencanaan tahunan yang disusun pemerintah akan berdampak hingga lima sampai sepuluh tahun ke depan.
“Ini tidak bisa dibiarkan. Kita sudah 26 tahun menjadi kota industri. Kalau masih terus disebut kota pengangguran, berarti ada yang salah dan harus segera dibenahi,” pungkas Agus Haris.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

