Bankaltimtara

Dirikan 165 Sekolah Rakyat, Pemerintah Ingin Hidupkan Harapan Baru bagi Anak Tak Mampu

Dirikan 165 Sekolah Rakyat, Pemerintah Ingin Hidupkan Harapan Baru bagi Anak Tak Mampu

Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, saat meninjau Sekolah rakyat di BPMP Kaltim di Samarinda, pada Selasa (7/10/2025).-(Disway Kaltim/ Mayang)-

SAMARINDA, NOMORSATUKALTIM - Pemerintah memperkenalkan program Sekolah Rakyat sebagai terobosan baru untuk memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan. 

Melalui program Sekolah Rakyat (SR), pemerintah pusat berupaya menghadirkan akses pendidikan yang layak bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu di seluruh Indonesia.

Komitmen itu disampaikan Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf dalam Dialog Bersama siswa-siswi Sekolah Rakyat yang turut dihadiri oleh Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, di Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Kaltim atau Sekolah Rakyat 24 (SRT 24), Selasa (7/10/2025) siang.

Ia mengatakan, program ini bukan sekadar memberi kesempatan belajar, tetapi membangun kembali harapan bagi anak-anak dari keluarga miskin agar memiliki masa depan yang layak.

BACA JUGA: Sekolah Rakyat Samarinda Fokus Mapping Bakat Siswa Lewat Tes Talent DNA

"Setiap tahun ada saja anak yang lulus SD tetapi tidak melanjutkan ke SMP, atau lulus SMP tapi tidak lanjut ke SMA," ungkapnya saat ditemui di Samarinda.

Melihat kondisi itu, pemerintah ingin menghadirkan solusi yang lebih berkelanjutan. 

"Sekolah ini berasrama, agar anak-anak bisa fokus belajar tanpa harus memikirkan kebutuhan sehari-hari. Semua kebutuhan mereka mulai dari makan, pakaian, hingga fasilitas belajar yang ditanggung pemerintah," kata Gus Ipul.

Adapun, Program Sekolah Rakyat terintegrasi dengan Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025 tentang satu data sosial dan ekonomi nasional. Saifullah menjelaskan, keberhasilan program sosial, termasuk pendidikan bagi anak miskin, sangat bergantung pada data yang akurat.

BACA JUGA: Model Pengelolaan Sekolah Rakyat Setara dengan Negara Maju

"Presiden menginginkan semua kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah bekerja dengan data yang sama, agar program yang kita jalankan lebih tepat sasaran," tegasnya.

Sementara itu, Gus Ipul juga mengapresiasi Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) yang dianggap berhasil menurunkan angka kemiskinan dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi. 

"Kaltim termasuk provinsi dengan kinerja cukup baik. Tapi masih ada saudara-saudara kita di desil 1 dan 2, yang belum terbawa dalam proses pembangunan. Nah, merekalah yang akan kita jangkau," katanya.

Salah satu inovasi dari Sekolah Rakyat adalah penggunaan teknologi untuk memetakan bakat dan potensi siswa sejak dini. Pendekatan ini dikembangkan bersama tokoh pendidikan dan motivator nasional, Ari Ginanjar Agustian.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: