Pemprov Kaltim Targetkan Kurangi Dampak Banjir 2.971 Hektare Hingga 2030
Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji.-mayang/disway kaltim-
SAMARINDA, NOMORSATUKALTIM - Pemprov Kaltim menyoroti tata kelola Daerah Aliran Sungai (DAS) dalam mengatasi permasalahan banjir.
Wakil Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Seno Aji pun menekankan pentingnya tata kelola ini agar persoalan banjir yang akhir-akhir kerap terjadi di sejumlah daerah.
Termasuk Samarinda. Baginya ini penting untuk dikaji secara menyeluruh.
Seno pun menerangkan, secara geografis, titik sumber utama dampak air pasang dan banjir ini terjadi karena diapit oleh Empat Sungai.
BACA JUGA:PTMA Soroti Moto Kampus Berdampak dan Tantangan Masa Depan Pendidikan Tinggi
BACA JUGA:Kebutuhan Anggaran Gratispol Tahun Depan Meningkat Hingga Rp 1,5 Triliun
Oleh karena itu, Perhatian pemerintah menurutnya tidak hanya berfokus pada Sub-DAS Karang Mumus semata.
Melainkan harus melihat sistem sungai yang lebih besar lainnya di Kaltim. Daerah ini mencakup wilayah Sungai Kelai di Berau, Karangan, Sungai Mahakam, dan Sungai Kandilo di Paser.
"Jika kita mampu membedah dan mengelola keempat wilayah sungai ini, seharusnya kita dapat mengendalikan banjir," ujar Seno Aji dalam sebuah diskusi kelompok (FGD) yang melibatkan Unit Layanan Strategis Ekosistem Tropis dan Pembangunan Berkelanjutan (TESD) Unmul Samarinda, Kamis, (12/6/2025).
Seno Aji juga menyinggung pentingnya kajian area yang kewenangannya dibagi antara pusat, provinsi, dan kabupaten/kota. Ia menekankan perhatian atas kondisi kritis tiga danau besar di DAS Mahakam. Yakni Danau Jempang, Melintang dan Semayang.
BACA JUGA:Ambisi Besar DPW PAN Kaltim di Bawah Kepemimpinan Erwin Izharuddin
Diterangkan Seno, kapasitas penampungan air danau-danau ini telah separuhnya berkurang akibat sedimentasi. Sebagai contoh, yakni Danau Jempang.
Saat ini hanya memiliki kedalaman rata-rata dua meter, dari 3,5-5 meter sebelumnya.
"Ini menjelaskan mengapa banjir dari Mahakam sering terjadi dalam 15-20 tahun terakhir, karena ketiga danau ini tidak dikeruk," jelas Seno.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

