Pelatih Borneo FC Joaquin Gomez Frustasi Usai Kalah dari PSBS Biak
Pelatih Borneo FC Joaquin Gomez.-x/@borneo_smr-
SAMARINDA, NOMORSATUKALTIM – Borneo FC Samarinda harus mengakui keunggulan tipis PSBS Biak setelah kalah 1-0 dalam lanjutan BRI Liga 1 2024/2025 Matchweek 26, Kamis (6/3/2025) lalu.
Kekalahan ini terasa pahit bagi Pesut Etam, yang merasa telah memberikan segalanya di lapangan. Pelatih kepala Borneo FC, Joaquin Gomez, tak bisa menyembunyikan rasa frustrasinya setelah pertandingan.
Juru taktik asak Spnyail itu mengakui bahwa timnya menghadapi tantangan besar dalam beberapa hari terakhir, terutama dengan absennya sejumlah pemain kunci.
"Kami bekerja sangat keras untuk menjaga level permainan tetap tinggi, tetapi dengan dua pergantian di babak pertama, segalanya menjadi semakin sulit. Kami menciptakan banyak peluang, terutama di babak pertama, tetapi tidak mampu memanfaatkannya," ujar Gomez.
Meski kalah, Gomez menilai bahwa anak asuhnya layak mendapatkan hasil lebih baik. Menurutnya, Borneo FC dihukum atas kesalahan kecil yang terjadi di lapangan.
Salah satu momen krusial adalah ketika Ridzjar Nurviat yang baru masuk harus bermain di posisi baru karena keterbatasan pemain.
"Ia menjalankan tugasnya dengan baik, tetapi satu kesalahan kecil bisa sangat fatal. Kami dihukum atas kesalahan itu, sementara peluang yang kami ciptakan tak bisa dikonversi menjadi gol. Mungkin jika para pemain kunci tersedia, hasilnya akan berbeda," lanjutnya.
Sementara itu, Ridzjar yang menjalani pertandingan perdananya musim ini mengaku banyak belajar dari laga ini.
"Ini menjadi pengalaman baru buat saya. Tentu bukan hasil yang kami inginkan, tetapi saya akan terus belajar dan berusaha lebih baik di pertandingan berikutnya," ujarnya.
Borneo FC tak punya banyak waktu untuk meratapi hasil ini. Dalam waktu empat hari, mereka harus menghadapi tantangan berat melawan Dewa United, tim yang sedang dalam performa terbaiknya di liga.
Gomez menegaskan bahwa pemulihan pemain akan menjadi prioritas utama sebelum pertandingan.
"Kami harus mendapatkan sebanyak mungkin pemain dalam kondisi fit dan siap bertanding. Dengan waktu yang singkat, kami tak bisa melakukan banyak perubahan dalam latihan, tetapi persiapan taktik akan sangat penting."
"Dewa United adalah tim yang sangat kuat, baik secara individu maupun kolektif. Mereka baru saja meraih kemenangan besar di laga sebelumnya, jadi kami harus siap secara mental dan fisik," tegas Gomez.
Pria 39 tahun ini juga mengakui bahwa secara fisik, beberapa pemainnya masih belum mencapai level kebugaran yang diinginkan.
"Kami harus memperbaiki aspek ini. Jika kami ingin bersaing di papan atas, kami harus lebih siap secara fisik dan memanfaatkan peluang yang ada. Kami tidak bisa hanya mengandalkan kerja keras, tetapi juga efisiensi dalam memanfaatkan peluang," tambahnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

