Bankaltimtara

Lelang Pengelola Parkir Pasar Pagi Samarinda Dikebut, Dishub Targetkan Rampung Akhir Bulan Ini

Lelang Pengelola Parkir Pasar Pagi Samarinda Dikebut, Dishub Targetkan Rampung Akhir Bulan Ini

Kondisi parkiran di Pasar Pagi siap beroperasi November mendatang.-Rahmat/Disway Kaltim-

SAMARINDA, NOMORSATUKALTIM — Proses lelang terbuka pengelolaan parkir kawasan Pasar Pagi Samarinda telah dibuk.

Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda menyebut tahapan ini menjadi langkah strategis sebelum pedagang direlokasi ke gedung baru, yang pembangunannya telah selesai.

Lelang dilakukan secara transparan melalui Unit Layanan Pengadaan (ULP). Kepala Bidang Lalu Lintas Jalan (LLJ) Dishub Samarinda, Boy Leonardo Sianipar. Dan saat ini tengah memasuki tahap pengambilan berkas pengajuan kemitraan.

BACA JUGA:Sikapi Pemangkasan TKD, Pemkot Samarinda Ikut Sesuaikan Kebijakan Pusat

“Untuk perparkiran Pasar Pagi sudah dibuka lelang secara terbuka sejak 13 Oktober. Saat ini prosesnya sedang berjalan pada tahap pengambilan berkas,” ujar Boy, Kamis 23 Oktober 2025 lalu.

Menurut Boy, pada tahap awal Dishub telah mengundang sejumlah vendor besar untuk meninjau langsung potensi lahan parkir di kawasan tersebut.

BACA JUGA:Pemkot Samarinda Siap Kaji Ulang Penataan Akses Bongkar Muat Pasar Pagi di Gang Pandai

Beberapa di antaranya merupakan pengelola parkir di pusat perbelanjaan dan rumah sakit di Samarinda.

Ia menambahkan, seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama untuk menang.

BACA JUGA:Waktu Relaksasi Habis, Parkir 2 Sisi di Jalan Abul Hasan Samarinda Dihentikan

Penentuan akhir pemenang akan dilakukan oleh ULP dengan target penyelesaian lelang pada 30 Oktober mendatang, sudah termasuk penandatanganan kerja sama.

Sementara itu, Kepala Dishub Samarinda Hotmarulitua Manalu menegaskan bahwa pihaknya terus mempercepat penyelesaian seluruh tahapan administrasi.

Agar tidak mengganggu jadwal relokasi pedagang ke gedung baru yang direncanakan akan launching pada November mendatang.

“Setelah proses lelang selesai, kami langsung bentuk rencana kerja dan anggaran (RKA). Semua kami kebut agar tidak ada keterlambatan,” ujar Manalu.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait