Bankaltimtara

Jalan Simono Dijadikan Lokasi Sekolah Rakyat, Biaya Pematangan Lahan Lebih Murah

Jalan Simono Dijadikan Lokasi Sekolah Rakyat, Biaya Pematangan Lahan Lebih Murah

Plt Asisten 1 Setkab Kutim, Trisno/-Sakiya/Disway Kaltim-

KUTIM, NOMORSATUKALTIM - Pemkab Kutim resmi menetapkan kawasan Jalan Simono, Kelurahan Teluk Lingga, Sangatta Utara, sebagai lokasi pembangunan Sekolah Rakyat.

Penetapan ini dilakukan setelah hasil kajian lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD), menunjukkan lokasi tersebut lebih efisien secara teknis dan finansial, dibanding alternatif sebelumnya di Jalan Guru Besar.

Plt Asisten 1 Setkab Kutim, Trisno, mengungkapkan bahwa keputusan ini diambil sebagai langkah realistis menghadapi keterbatasan anggaran daerah.

Kajian awal menunjukkan, biaya pematangan lahan di Jalan Guru Besar mencapai sekitar Rp30 miliar, jumlah yang dinilai terlalu besar untuk kondisi keuangan Kutim saat ini.

“Oleh karena itu, Bupati bersama Sekda sebagai Ketua TAPD mengarahkan kami mencari lokasi lain yang lebih efisien namun tetap memenuhi kriteria teknis. Setelah dilakukan pembahasan lintas OPD, akhirnya Jalan Simono diputuskan sebagai lokasi paling layak,” jelas Trisno, saat di konfirmasi melalui seluler baru-baru ini.

Dari hasil kajian lapangan, diketahui bahwa di kawasan Jalan Simono terdapat sekitar 20 hektare lahan milik Pemkab Kutim.

Dari total itu, seluas 5 hektare akan dialokasikan khusus untuk pembangunan Sekolah Rakyat sesuai ketentuan dari Kementerian Sosial (Kemensos).

Trisno menegaskan, lahan tersebut berstatus clean and clear, tidak ada masalah hukum maupun tumpang tindih kepemilikan.

Kondisi tanahnya pun stabil, sehingga tidak membutuhkan pematangan berat seperti penimbunan atau pengurukan skala besar.

“Biaya pematangan di Jalan Simono jauh lebih kecil, cukup pekerjaan cut and fill ringan saja. Dengan begitu, anggaran yang ada bisa lebih efisien,” tambahnya.

Selain efisien secara teknis, lokasi Jalan Simono juga memiliki akses yang mudah dijangkau. Wilayah ini terhubung langsung dengan Jalan Pendidikan dan Jalan Soekarno-Hatta, serta jalur alternatif dari arah Christian Center dengan jarak kurang dari satu kilometer.

Meski beberapa ruas jalan belum dicor, Trisno memastikan kondisi tersebut tidak menjadi kendala karena sudah masuk dalam rencana pembangunan strategis Dinas Pekerjaan Umum dan Bappeda Kutim.

“Infrastruktur jalan akan segera ditingkatkan, jadi pembangunan sekolah bisa berjalan beriringan dengan pengembangan wilayah,” ujarnya.

Dari sisi utilitas, dukungan juga datang dari PDAM dan PLN. PDAM hanya perlu menambah jaringan pipa sepanjang 300 hingga 700 meter dengan estimasi biaya di bawah Rp200 juta.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: