Bankaltimtara

Bupati Berau Geram, Dokter Spesialis RSUD Abdul Rivai Absen Kerja: Lebih Baik Mundur Saja

Bupati Berau Geram, Dokter Spesialis RSUD Abdul Rivai Absen Kerja: Lebih Baik Mundur Saja

Bupati Berau Sti Juniarsih Mas.-Azwini/Disway Kaltim-

BERAU, NOMORSATUKALTIM — Bupati Berau Sri Juniarsih Mas geram setelah mendapati laporan adaya dokter spesialis yang jarang berada di tempat. Bahkan kerap mewakilkan pelayanan kepada asisten.

Hal itu dia sampaikan usai bertemu jajaran medis RSUD Abdul Rivai.

Dia menegaskan dokter spesialis yang bertugas di Berau harus siaga penuh selama tujuh hari dalam sepekan.

BACA JUGA:Konsep One Stop Service di Berau Belum Optimal, Disdukcapil Akui Layanan di MPP Masih Terbatas

Jika tidak siap menjalani komitmen itu, ia meminta yang bersangkutan mundur.

“Saya tidak ingin ada dokter yang sambilan di tempat lain lalu pelayanan diwakilkan ke asisten. Kalau begitu, lebih baik mundur saja. Kami akan cari dokter spesialis lain yang siap mengabdi penuh,” ujar Sri Juniarsih saat ditemui usai kunjungannya ke RSUD Abdul Rivai Baru baru ini.

BACA JUGA:KONI Berau Siapkan 1000 Atlet Hadapi Pra Porprov Kaltim 2026

Sri Juniarsih menilai, ketidakhadiran dokter spesialis bukan hanya soal disiplin, tetapi juga pelanggaran terhadap nilai kemanusiaan yang melekat dalam sumpah jabatan profesi dokter.

Ia mengingatkan bahwa dokter terikat tanggung jawab moral untuk memberikan layanan langsung kepada pasien, bukan sekadar mengatur atau mewakilkan.

“Ketika pertama kali menjadi dokter, mereka disumpah untuk mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan. Itu syarat mutlak yang tidak bisa ditawar,” katanya.

Menurutnya, pasien datang ke rumah sakit karena butuh kepastian dan bimbingan medis dari tenaga spesialis.

BACA JUGA:Inventarisasi dan Penertiban Aset Daerah, Wabup Berau: Agar Tak Timbulkan Masalah Hukum

Penanganan yang diserahkan ke asisten justru berisiko memperlambat keputusan medis, terutama dalam kasus darurat.

“Pasien ingin bertemu langsung dengan dokter spesialis, bukan asisten. Karena dalam situasi darurat, yang dibutuhkan adalah keputusan cepat dari dokter ahli, bukan perantara,” ucapnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait