Masalah Sekolah Filial di Berau adalah Lahan
Wabup Berau Gamalis meninjau SD 001 Birang Filial di Kawasan Adat Terpencil (KAT), Sei Maning, Kecamatan Gunung Tabur. -Azwini/Disway Kaltim-
BERAU, NOMORSATUKALTIM – Permasalahan utama sekolah filial di Berau bukan terletak pada ketersediaan tenaga pendidik. Melainkan pada status lahan.
Hal ini disampaikan Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Berau, Ali Syahbana. Ia menjelaskan dinamika sejumlah sekolah filial di daerah pedalaman.
Ali mencontohkan kasus sekolah filial di Kampung Birang, Kecamatan Gunung Tabur yang terjadi beberapa waktu lalu. Menurutnya, proses belajar mengajar sempat berjalan di rumah warga karena masyarakat sangat menginginkan adanya sekolah.
Namun, pembangunan sekolah permanen belum bisa dilakukan lantaran lahan yang digunakan bukan milik pemerintah.
BACA JUGA:Waspada Fenomena Absen Gaib, Bupati Berau Ingatkan Profesionalitas ASN
“Masalah utamanya memang lahan. Kami dari Disdik sudah menugaskan guru dari sekolah induk di Birang untuk mengajar di sana, sesuai keinginan masyarakat."
"Tapi karena lahan yang dipakai adalah milik warga, kami tidak bisa melangkah lebih jauh,” ujarnya, baru-baru ini.
Ali menjelaskan, guru yang ditugaskan ke sekolah filial berasal dari sekolah induk.
Penempatan dilakukan dengan sistem bergiliran (rolling), sehingga proses belajar tetap berjalan meski fasilitas belum memadai.
BACA JUGA:Disbudpar Pastikan Lomba Perahu Panjang Digelar Oktober, Siap Jadi Magnet Utama Perayaan HUT Berau
“Tenaga pendidik sebenarnya siap. Tinggal kepala sekolahnya yang membagi jadwal siapa yang mengajar di filial,” katanya.
Meski begitu, Ali menekankan bahwa tidak semua sekolah filial di Berau menghadapi kendala serupa.
BACA JUGA:Sudah Tidak Ada Lagi Desa Tertinggal di Berau
Ada beberapa yang sudah memiliki lahan dan tinggal menunggu pembangunan bertahap dari pemerintah daerah.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

